Unjuk Rasa Mahasiswa

KPAI Sebut 26 Anak Jadi Korban Unjuk Rasa Karena Dipukuli Aparat

Ada 26 pelajar yang menjadi korban unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Mereka menjadi korban karena tindakan represif aparat kepolisian.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Para pelajar yang berunjuk rasa di belakang Gedung DPR, Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9). 

SEBANYAK 26 pelajar yang menjadi korban unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

Mereka menjadi korban karena tindakan represif aparat kepolisian.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti data itu mereka dapati saat mengunjungi langsung Rumah Sakit Bendungan Hilir, Jakarta.

94 Orang Ditangkap Terkait Demo Mahasiswa Rusuh di Gedung DPR

“Saat pertaama tiba di RS jumlah korban 14, namun dalam 2 jam korban menjadi 26 anak yang dibawa ke RS,” kata Retno lewat keterangan tertulis yang diterima Kamis (26/9/2019).

Beberapa kata Ratna, harus menjalankan rawat inap karena mengalami luka cukup berat.

Ratna menjelaskan, anak-anak yang menjadi korban itu mengaku mengalami luka karena terjatuh saat disiram gas airmata.

Ada juga yang pingsan karena kelelahan karena kelaparan dan dehidrasi. Ratna menyebut bahkan ada juga anak-anak yang menjadi korban kekerasan aparat.

“Ada korban-korban luka karena diduga akibat pukulan aparat,” kata Ratna.

Bahkan jelas Ratna, satu anak mengalami luka lebam di sekujur tubuh hingga alami bengkak di mata kanan karena dipukuli aparat.

Ini Kronologi Lengkap dan Penjelasan Kapolda Metro Terkait Demo Mahasiswa di Gedung DPR

Menurut pengakuan korban, ada sekira 10 orang aparat yang memukulnya saat korban terpisah dari rombongan.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved