Sabtu, 25 April 2026

Ini yang Dilakukan Pegadaian Agar Bisa Bersaing dengan Fintech

Agar bisa bersaing dengan layanan fintech peer to peer (P2P) lending, PT Pegadaian (Persero) melakukan berbagai startegi.

Tribunnews.com
Pegadaian 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Agar bisa bersaing dengan layanan fintech peer to peer (P2P) lending, PT Pegadaian (Persero) melakukan berbagai startegi.

Pegadaian melakukan pengembangan inovasi dari sisi produk dan saluran (channel) layanan agar bisa bersaing.

Direktur Utama PT Pegadaian, Kuswiyoto, mengatakan, dua inovasi tersebut tengah dijalankan oleh perseroan.

Adapun inovasi produk yang dihadirkan kepada nasabah seperti Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah.

"Sedangkan inovasi channel layanan, bermanfaat dalam meningkatkan inklusi keuangan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi biaya sehingga tarif lebih kompetitif, meningkatkan sinergi (bersifat mutualisme), dan meningkatkan transaksi," kata Kuswiyoto.

Tol Layang Rampung, Perjalanan Bisa Lebih Cepat: Berikut Fakta-fakta Japek II Elevated

Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan untuk menjawab tantangan-tantangan dari pesaingnya di luar sana.

Sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan.

Kuswiyoto mengatakan, bila manfaat kedua inovasi tersebut sudah terlihat dari jumlah outlet Pegadaian yang saat ini telah mencapai lebih dari 4.100 outlet, jumlah agen pegadaian yang lebih dari 9.600 jiwa.

Pegadaian juga menjalin sinergi dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan lembaga pemerintahan.

Ingin Mengetahui Apakah Ada SPBU atau Tempat Kuliner di Rest Area? Bisa Pakai Aplikasi Ini

Sampai saat ini, Pegadaian sudah menggandeng 19 BUMN atau swasta di lebih dari 1.800 sales force, serta lebih dari 13.400 karyawan (program EGC), dan lebih dari 1 juta pengguna Pegadaian Digital.

Pengembangan inovasi itu sukses mengerek kinerja perseroan.

Hal ini terlihat dari realisasi per Juli 2019 yang sudah mendekati target, di mana realisasi Kredit Cepat Aman (KCA) telah mencapai Rp 28.651 miliar dari target Rp 29.242 miliar.

Kemudian realisasi produk Krasida sebesar Rp 1.138 miliar dari Rp 1.069 miliar, Rahn realisasi Rp 4.588 miliar dari target Rp 4.503 miliar.

Menyusul realisasi Arrum sebesar Rp 1.418 miliar dari target Rp 1.067 miliar, Kreasi mencapai Rp 4.910 miliar dari target Rp 4.309 miliar.

Amanah realisasi Rp 2.217 miliar dari target Rp 1.943 miliar, sedangkan raihan Kresna sebesar Rp 744 miliar dari target Rp765 miliar, dan Mulia realisasi Rp 347 miliar dari target Rp 509 miliar.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved