PP Kagama: Pemerintah Dorong Inovasi Layanan Kesehatan
PP Kagama menggelar Seminar III Pra-Munas Kagama bertajuk, "Kesehatan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0" di Kota Manado, Sulawesi Utara.
"Kemajuan teknologi mesti diimbangi dengan regulasi yang adaptif, kolaboratif, menjunjung tinggi etika, edukasi kepada masyarakat, profesi kesehatan serta regulator," ujar Ari.
Pihaknya mencontohkan, salah satu hasil kerja nyata pemerintah dalam inovasi teknologi pelayanan kesehatan yaitu sistem informasi berbasis komputasi oleh BPJS Kesehatan.
"Kalau dulu pasien datang mencatat manual, sekarang dengan sistem komputasi yang terintegrasi dengan data dari Kementerian Dalam Negeri, pasien tak perlu mencatat dengan mengulang-ulang. Caranya simpel, tinggal unduh aplikasi Mobile JKN berbasis IOS atau android, kita bisa ngisi data dari mana saja, dan terintegrasi. Lebih mudah dan cepat. Di dalamnya juga ada info-info terupdate soal BPJS Kesehatan. Ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan," tuturnya.
Menurut Ari, masyarakat perlu turut serta merefleksikan kondisi dan kesiapan sektor kesehatan Indonesia guna menghadapi revolusi industri 4.0.
Supaya visi SDM unggul Indonesia maju bisa segera diwujudkan dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah.
Dalam seminar ini, Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek hadir sebagai keynote speaker. Menteri Kesehatan memaparkan antara lain persoalan-persoalan kesehatan nasional dan langkah-langkah strategis yang sudah dan perlu diambil pemerintah dalam menyiapkan revolusi industri 4.0.
Selain Menteri Kesehatan, pembicara yang hadir adalah Ahmad Noroel Cholis (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur), Krisnajaya (Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia/Adinkes), Prih Sarnianto (Dosen dan peneliti Universitas Pancasila), dan Budiono Santosa (Dosen Fakultas Kedokteran UGM).
Kirana Pritasari (Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI), Nova Riyanti Yusuf (Anggota DPR RI/ Dokter Kesehatan Jiwa), Debie K.R. Kalalo (Kadinkes Provinsi Sulawesi Utara), dan Rinny Tamuntuan (Kadinsos Provinsi Sulawesi Utara), dihadirkan untuk mempertajam jalannya seminar.
Seminar ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat Manado. Sampai H-1 jumlah yang sudah mendaftar ikut seminar sebanyak 575 peserta dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan status sosial.
Ari menggaransi hasil dari seluruh rangkaian seminar akan disampaikan kepada pemerintah sebagai kontribusi nyata Kagama untuk pembangunan bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-senam-bersama-warga-kota-tangerang_20181105_095022.jpg)