Kamis, 16 April 2026

Lingkungan Hidup

Kali Maja Mengering, Krisis Air Warga Maja Kalideres Memburuk

Pemprov DKI seharusnya dapat menyelesaikan permasalahan ini, karena krisis air yang dirasakan oleh warga Pengadung ini sudah terjadi bertahun-tahun.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi aliran kali Maja yang mengering akibat musim kemarau, Kamis (19/9/2019) 

Musim kemarau panjang yang terjadi tahun ini, membuat aliran Kali Maja mengering. 

Warga Kampung Maja, Kalideres, Jakarta Barat, yang biasa memanfaatkan Kali Maja untuk mencuci pakaian, kini dilanda krisis air yang lebih buruk. 

Sudah puluhan tahun warga Kampung Maja RW 09, Kalideres, Jakarta Barat mengandalkan aliran Kali Maja untuk kebutuhan mencuci.

Adapun untuk kebutuhan mandi dan memasak, mereka membeli air dari pedagang.

Semenjak kemarau panjang, aliran Kali Maja mengering dan hanya meninggalkan sedimen lumpur yang mengendap.

Hal ini tentu menambah dampak krisis air warga Kampung Maja. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi, untuk memenuhi kebutuhan air.

Krisis Air Bersih di Kampung Maja, PAM Jaya Berencana Merealisasikan Pembuatan SPAM di Tahun Ini

"Kondisi kayak gini sudah lama, emang daerah sini dari dulu enggak dapat aliran PAM. Ya paling kita dari swasta itu ngambil airnya, itu juga paling sehari 3 kali datang," kata Suti (57) salah seorang warga, Kamis (19/9/2019).

Meskipun sudah mengalami krisis air sejak lama, ia mengaku sudah terbiasa, ia pun kadang hanya mengandalkan aliran kali maja, ketika musim penghujan.

Namun kebutuhan aliran kali hanya digunakan untuk mencuci baik pakaian maupun peralatan dapur.

Selebihnya untuk kebutuhan memasak maupun mandi ia membeli air yang memang sudah disediakan oleh beberapa pihak swasta, itu pun tidak diberikan secara gratis.

Dia harus membayar Rp 2.000 per jerigen. Dalam sehari bisa menghabiskan sebanyak 12 jerigen.

Sedangkan bantuan air bersih gratis dari pihak Pemprov DKI tidak setiap hari datang.

Kalaupun datang, tidak lebih dari 2 mobil tanki yang di kirimkan, dan tidak mencukupi, terlebih kondisi saat ini warga tak lagi bisa memanfaatkan aliran kali.

"Kalo dari PAM juga jarang-jarang dateng. Kemarin ada juga sekali, itu juga berebutan warga sini, jadi banyak yang gak dapet juga," katanya.

11 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Krisis Air, Sudah Ngebor 100 Meter Tapi Nggak Keluar Juga Airnya

Air Tanah Tak Bisa Dipakai

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved