Selasa, 5 Mei 2026

Film

Daripada Bermain Film, Aries Susanti Rahayu Merasa Lebih Nyaman Memanjat Dinding dan Tebing

Atlet nasional yang biasa disapa Ayu tersebut seolah tidak pernah percaya kisah hidup dan perjuangannya meraih emas diangkat ke film.

Tayang:
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Aries Susanti Rahayu disela press screening film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). 

Kesuksesan atlet Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dari cabang olahraga panjat tebing di Asian Games 2018 membuat sutradara Lola Amaria (41) tertarik mengangkat perjuangannya ke layar lebar.

Aries Susanti Rahayu berhasil meraih emas kategori nomor final speed relay panjat tebing di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Lola Amaria bersama Rumah Produksi Lola Amaria Production dan Frederasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kemudian mengangkat film bertema olahraga.

Aries Susanti Rahayu bersama orangtuanya disela press screening film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).
Aries Susanti Rahayu bersama orangtuanya disela press screening film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Sosok yang diangkat adalah Aries Susanti Rahayu yang kemudian difilmkan Lola Amaria dengan judul 6,9 Detik.

Atlet nasional yang biasa disapa Ayu tersebut tidak percaya kisah hidup dan perjuangannya meraih emas diangkat ke film.

"Awalnya kaget, sampai dijelaskan Kak Lola," kata Aries Susanti Rahayu saat jumpa pers film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Berperan Jadi Pria Gemulai di Film Bebas Arahan Riri Riza, Baim Bong Tak Ingin Aktingnya Kebablasan

Berlogat dan Berbahasa Sunda di Film Bebas, Maizura Butuh Waktu BelajarTiga Bulan

Mendengar pertanyaan itu Lola Amaria menjelaskan, kisah hidup Aries Susanti Rahayu menginspirasi banyak orang.

Atlet berusia 24 tahun tersebut mengaku grogi dan kesulitan berakting sebagai dirinya sendiri. Sebab, kehidupannya selama ini hanya berlatih dan memanjat dinding.

"Ini baru awal dan baru perkenalan (akting), pasti susah. Sampai sering take beberapa kali. Aku kan bisanya cuma manjat," ucapnya.

Atlet nasional Aries Susanti Rahayu disela press screening film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).
Atlet nasional Aries Susanti Rahayu disela press screening film 6,9 Detik di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019). (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Perempuan kelahiran Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, itu mulai sering berlatih akting agar piawai melakukan adegan di film yang rencananya tayang di bioskop pada 19 September 2019.

"Supaya lancar, saya samakan seperti latihan olahraga ketika latihan akting. Berulang kali mencoba hal yang sama dan tertanam di pikiran, pati bisa," jelasnya.

Terus berlatih dan diasah menjadi keyakinan Aries Susanti Rahayu hingga bisa berakting didepan kamera film. "Olahraga panjat tebing itu keren," kata Aries Susanti Rahayu.

Ia hanya berharap, cerita hidupnya itu bisa menginspirasi anak-anak muda dan orangtua supaya bisa terus menjaga dan mewujudkan impian anaknya.

Mengapa 6,9 Detik?

Lola Amaria tertarik melihat perjuangan pemanjat tebing nasional yang dijuluki Spider Woman itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved