Selasa, 5 Mei 2026

Jelang Olimpiade 2020

Susy Susanti Minta Pemain Terus Memburu Poin Olimpiade

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, memberi catatan kepada para pemain elite untuk terus fokus berburu poin jelang Olimpiade 2020

Tayang:

Turnamen China Open 2019 BWF World Tour Super 1.000 akan mulai bergulir pada Selasa (17/9/2019) hingga 22 September 2019.

Indonesia mengirim 15 wakilnya yang disebar dalam setiap nomor.

Tujuh di antaranya masuk daftar unggulan dalam kompetisi level Super 1.000 tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, memberi catatan kepada para pemain elite untuk terus fokus berburu poin jelang Olimpiade Tokyo 2020.

China Open 2019 ini termasuk satu tantangan bagi para wakil Indonesia untuk meraih tiket bermain di Tokyo tahun depan.

PBSI sudah mulai memantau penghitungan poin sejak April 2019 dan akan selesai hingga 26 April 2020.

Adam Lallana Belajar dari Fabinho untuk Posisi Gelandang Bertahan

Sadio Mane dan Mohamed Salah Tunjukkan Sikap Profesionalitas

Andy Robertson Pernah Kena Semprot Steve Bruce karena Bawa Bir

Selain poin, motivasi lainnya tentu jumlah hadiah yang sangat besar dalam turnamen tersebut.

Total hadiah yang diperebutkan senilai 1 juta dollar AS atau setara dengan Rp 14 miliar.

Menurut Susy, kesempatan besar meraih gelar juara ada pada sektor ganda putra.

Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berpotensi menjadi yang terbaik.

Namun, ia mengatakan kalau ada kesempatan besar lain pada nomor ganda campuran dan tunggal putra.

Hanya saja, dari penilaian Susy, performa para pemain di sektor tersebut belum stabil.

"Saat ini yang paling stabil memang ganda putra, tetapi ada beberapa sektor yang punya kesempatan yaitu ganda campuran dan tunggal putra," ujarnya.

Frank Lampard Terima Tantangan Chelsea ke Zona Enam Besar

Malam Ini, Quique Sanchez Flores Lakoni Tugas Berat

Krzysztof Piatek Tidak Takut Kutukan Jersey No 9

"Pada China Open Super 1.000 tahun lalu, Asian Games 2018, Indonesia juga bisa dapat gelar dari tunggal putra," kata wanita yang jadi legenda bulu tangkis Indonesia ini.

Ungkapan belum stabil tersebut dinilai dari motivasi untuk menang dan daya juang di lapangan masih kurang greget.

"Ganda campuran pun waktu itu bisa mengalahkan pemain juara. Tetapi kalau ketemu pemain yang tidak juara, masih kalah juga," beber Susy.

"Jadi masih belum konsisten, belum yakin. Sebetulnya kematangan pemain itu bisa tertempa dari pertandingan demi pertandingan, banyak pengalaman dan pembelajaran," sambungnya.

Saat ini penghitungan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 semakin sempit dan akan berhenti pada kejuaraan Badminton Asia Championships 2020 bulan April 2020.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Catatan Susy Susanti untuk Pemain Elite pada China Open 2019".
Penulis : Mochamad Sadheli
Editor : Aloysius Gonsaga AE

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved