Breaking News:

Kesehatan

Dampak Menghirup Asap Kebakaran Hutan Terhadap Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasannya

"Masyarakat dianjurkan untuk tidak menghirup asap dan mencegah untuk tidak berada di luar rumah saat jumlah asap masih tinggi."

KOMPAS.COM/IDON TANJUNG
Bencana kabut asap pekat melanda wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). 

Bencana kebakaran hutan kembali melanda sebagian wilayah Indonesia yang berdampak pada kabut asap.

Tentu saja, kabut asap akibat kebakaran hutan itu bisa memengaruhi kesehatan tubuh masyarakat.

Prof Dr dr Ari Fahrial Syam bersama Elina A Hapsari, Rahardja, dan Makmun D,  pernah melakukan penelitian mengenai dampak asap kebakaran terhadap kesehatan tubuh.

Penelitian itu dilakukan empat tahun lalu tepatnya pada tahun 2015.

Metode penelitian dilakukan melalui cara survey online kepada masyarakat yang terkena dampak asap.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama terpapar asap akan menyebabkan iritasi pada mata, batuk, sesak nafas, pilek, dan sakit tenggorokan.

10 Alasan Memulai Hari Anda Berjalan Kaki ke Tempat Kerja, Sekolah, atau Sekitar Rumah

Tak Pernah Ada Kata Terlambat untuk Berolahraga, Kuncinya Mulai Olahraga dan Konsisten!

Selain masyarakat melakukan proteksi sederhana, misalnya mengenakan tisue akan lebih berisiko mempunyai masalah kesehatan dibandingkan menggunakan masker.

Secara umum jika kualitas udara tidak baik karena asap maka yang akan memengaruhi kadar oksigen.

Kekurangan oksigen akan menyebabkan hipoksia. Hipoksia merupakan keadaan kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan pada organ-organ tubuh.

Di dalam tubuh, keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernafasan.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved