Senin, 20 April 2026

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Bermasalah, Berikut Kondisi Rumah Sakit Hingga Klinik

Para pelaku di bidang kesehatan pun ikut menjerit. Mulai dari rumah sakit, klinik hingga tentu saja para dokter yang melayani para pasien.

istimewa
BPJS Kesehatan 

Rumah sakit, kata Odang, membutuhkan kas untuk operasional sehari-hari.

Akan tetapi akibat tunggakan BPJS Kesehatan, kas rumah sakit menjadi sangat terbatas.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Adanya problem pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya menggencet masyarakat dan BPJS Kesehatan.

Pelaku di bidang kesehatan pun ikut berteriak.

Mulai dari rumah sakit, klinik hingga tentu saja para dokter yang melayani para pasien BPJS Kesehatan.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) misalnya, menagih tunggakan BPJS Kesehatan yang mencapai Rp 6,5 triliun kepada rumah sakit selama 2019.

Anggota Kompartemen Jaminan Kesehatan Persi, Odang Muchtar, mengatakan, BPJS Kesehatan kerap menunggak pembayaran JKN selama 4 bulan.

BPJS Kesehatan Defisit, Iuran Naik: Diperkirakan Banyak Peserta Pindah Kelas

"Tunggakan yang ada sekarang bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya segera dibayar," kata Odang, kemarin.

Rumah sakit, kata Odang, membutuhkan kas untuk operasional sehari-hari.

Akan tetapi akibat tunggakan BPJS Kesehatan, kas rumah sakit menjadi sangat terbatas.

Bahkan, ujarnya, akibat tidak memiliki uang tunai yang cukup akibat tunggakan BPJS Kesehatan, ada rumah sakit yang pasokan obatnya sampai diputus oleh supplier atau pemasok.

Menurut Odang, bila hal ini terus didiamkan, maka rumah sakit akan mengalami stunting atau pengkerdilan, tak mampu tumbuh pesat dalam bisnisnya.

BPJS Kesehatan Defisit, Asosiasi Klinik Menjerit: Pasien Pindah ke Puskesmas

Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) juga ikut menjerit.

Masih adanya tunggakan oleh BPJS Kesehatan menjadi salah satu faktor mengapa klinik menjerit.

"Ada juga tunggakan tapi kalau klinik tunggakan BPJS Kesehatan enggak lama ya, tiga bulan. Tapi ada juga yang enggak dibayar karena persyaratan enggak lengkap, kliniknya malas repot, ya sudah BPJS enggak peduli," kata Sekjen Asklin, Rizal,

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved