Tangerang Selatan
Kampus Milik BJ Habibie Akan Diubah Statusnya Menjadi Perguruan Tinggi Negeri
Menteri Perindusrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Indonesia (ITI) Setu, Tangsel, Jumat (13/9/201
Menteri Perindusrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Indonesia (ITI) Setu, Tangsel, Jumat (13/9/2019).
Acara tersebut bertempat di Aula Gedung G ITI lantai 3.
Dalam kuliah umumnya Airlangga membahas rencana ITI akan menjadi perguruan tinggi negeri di Banten.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, salah satu amanah almarhum BJ Habibie yang juga disampaikan ke Ibu Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, menjadikan ITI menjadi Perguruan Tinggi Negeri.
“Sebelum beliau (Pak Habibie) meninggal, saya sudah bicara ke Pak Presiden Joko Widodo, bahwa Banten memerlukan sebuah Institut apalagi di era 4.0. Maka institute dan lokasinya tepat yang berdiri di tanah negara namanya Institut Teknologi Indonesia (ITI),” ujar Airlangga.
• Xanana Gusmao Cium Kening Habibie, Kisah Timor Leste Tunjukkan Habibie Tak Tergiur Kekuasaan
• MAHFUD MD Sebut Aneh Jika Presiden Keluarkan Supres Terkait Revisi UU KPK, Sebut Dasarnya UU Ini
• IRJEN Firli Jadi Ketua KPK, Fahri Hamzah Langsung Bikin Kultwit: yang Masih Bergaya LSM Keluar!
• Detik-detik BJ Habibie Meninggal Dunia, Cucu Keponakan Melanie Subono: Eyang Pergi dengan Tenang
Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir ini, tidak ada institut yang terlengkap dan sebaik ITI ini.
“Jadi saya datang tugasnya disuruh itu aja sama Pak Rektor, sambil tertawa. Kita sama-sama berdoa, kita kompak, bagaimana kita mengalihkan asset yayasan ke tanah milik negara,” kata Airlangga.
Dirinya menegaskan ITI akan dijadikan Perguruan tinggi negeri di Banten.
Banten sudah didorong menjadi cluster silicon village-nya Indonesia.
“Sekarang kita bahas kajiannya seperti apa. Semoga legalnya bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.
• Siswa Bawa Golok saat Ambil HP yang Disita Viral, Guru: Saya Kembalikan daripada Kehilangan Nyawa
Sementara itu Rektor ITI Isnuwardianto menambahkan dalam menyongsong era 4.0 dengan usia yang ke-35 ini bisa memberikan sumbangsih, peran dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Dan kita perlu bersama-sama merealisasi tekad ini menjadi kenyataan. Kami masih ingat saat Airlangga memberikan kuliah umum," tutur Isnuwardianto.
"Waktu itu Pak Airlangga memberikan motivasi ke kami semua, untuk mampu bertahan dan bangkit dalam menghadapi persoalan ini. Dan Alhamdulillah kita bisa mengatasi persoalan ini. Bahkan kita berusaha terbang. Sepertinya kita belajar terus-terusan sampai kita tidak bisa bernapas, dengan hadirnya Airlangga, membangkitkan kita sekarang mudah-mudahan kita mendapatkan sayap untuk terbang,” sambungnya.
Dirinya pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Airlangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iti-negeri.jpg)