Tantangan yang Dihadapi Peritel Saat Ini, Berikut Penjelasan dari Ketua Aprindo

Saat ini industri ritel sedang mengalami tantangan berupa perubahan pola konsumsi yang berkeinginan membeli yang lebih praktis.

Tantangan yang Dihadapi Peritel Saat Ini, Berikut Penjelasan dari Ketua Aprindo
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Saat ini industri ritel sedang mengalami tantangan berupa perubahan pola konsumsi.

Satu di antaranya adalah pola konsumsi yang berubah adalah keinginan membeli yang lebih praktis.

Roy Nicholas Mandey, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), meyakini sebetulnya tidak ada yang berubah dari daya beli masyarakat yang mengakibatkan beberapa peritel tutup.

Cara belanja konsumen kini, tidak lagi datang ke supermarket setiap bulannya.

Akan tetapi, konsumen hanya membeli apa yang diperlukan dalam waktu dekat saja.

Ini 11 Pesan Habibie Semasa Hidup tentang Indonesia-Cinta-Cita-cita

Karenanya, kunjungan ke hipermarket, yang memiliki luasan 5.000 meter persegi, berkurang sementara kunjungan ke mini market lebih tinggi.

“Kalau dulu belanja itu bulanan, sekarang lebih baik belanja untuk keperluan jangka pendek ke pusat perbelanjaan yang paling dekat,” kata Roy dikutip dari Konta, Kamis (12/9/2019).

Perubahan pola konsumsi itu juga menurunkan potensi nilai transaksi dari konsumen.

Roy mengatakan, saat konsumen mengunjungi hypermarket ketimbang toko ritel yang lebih kecil, kemungkinan pembelian impulsif lebih besar.

“Karena barang di hypermarket lebih lengkap, jadi yang tadinya enggak direncanakan beli bisa jadi dibeli kalau toko semakin lengkap,” katanya.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved