Ini Alasan OJK Akan Hentikan Produk Reksadana Baru

Penghentian ini dilakukan karena OJK tengah meneliti penyebab tingginya investor tunggal dalam portofolio reksadana.

Ini Alasan OJK Akan Hentikan Produk Reksadana Baru
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Berdasarkan data OJK, sebanyak 689 dari 2.158 reksadana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190,82 triliun.

Dari total itu, 68 reksadana di antaranya merupakan investor reksadana tunggal dengan portofolio investasi tunggal atau hanya satu efek dengan total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 9,44 triliun.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Untuk sementara waktu Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) bakal menghentikan penerbitan reksadana baru.

Adapun penghentian ini dilakukan karena OJK tengah meneliti penyebab tingginya investor tunggal dalam portofolio reksadana di Indonesia.

"Yang baru kami stop dulu, kami hold dulu. Tapi yang sudah ada, ya jalan saja seperti biasa. Karena kami ingin pastikan, kami ingin berdiskusi dengan MI kenapa terjadi tren seperti ini?" kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi, Kamis (12/9/2019).

Agar Bisa Bersaing di Ritel Online, Ini yang Dilakukan oleh Yahoo Japan

Fakhri mengatakan, jumlah investor tunggal dalam produk reksadana sudah sepertiga dari total keseluruhan produk reksadana.

Berdasarkan data OJK, sebanyak 689 dari 2.158 reksadana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190,82 triliun.

Dari total itu, 68 reksadana di antaranya merupakan investor reksadana tunggal dengan portofolio investasi tunggal atau hanya satu efek dengan total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 9,44 triliun.

"Kami lihat data-data itu perlu kami cermati dan dalami. Makanya untuk sementara waktu pendaftaran baru untuk reksadana tunggal kita hentikan dulu, kami tutup dulu," kata Fakhri.

Berikut Hasil Lima Bank Sentral yang Adopsi Bunga Negatif

Fakhri mengatakan, sebetulnya tidak ada yang dilanggar oleh manajer investasi maupun investor tunggal tersebut.

Pasalnya, OJK memang telah menghapus aturan tahun 1996 tentang batas maksimal kepemilikan reksadana hanya 2 persen agar penyebarannya merata.

Akan tetapi akhirnya aturan tersebut dicabut sehingga tidak menghalangi masuknya investor besar dalam portofolio reksadana.

"Sesuai perkembangan ada yang 50 orang dalam satu produk, 30, ada juga yang hanya satu," kata Fakhri.

Di sisi lain, kata Fakhri, memang ada produk yang dirancang untuk satu investor.

"Sedangkan reksadana tujuannya untuk publik. Makanya ini yang saya rasa kami perlu teliti apakah ada fitur reksadana yang buat investor tertarik atau seperti apa?" kata dia.

Ingin Punya Rumah Pertama Tanpa KPR? Ini Tips dari Perencana Keuangan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul OJK Bakal Hentikan Penerbitan Reksadana Baru, Karena ....

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved