Minggu, 26 April 2026

Lifestyle

Orang Kidal Memiliki Keterampilan Berkomunikasi Lebih Baik, Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Setiap fungsi, perilaku, kognisi, suasana hati, sensasi somatik, semua itu, membutuhkan beberapa area otak untuk bekerja sebagai jaringan.

Business Insider
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama 

Para peneliti telah mengidentifikasi untuk pertama kalinya tentang perbedaan genetik antara orang  kidal dan yang tidak kidal.

Orang kidal  dinilai memiliki  kedua sisi otak cenderung berkomunikasi lebih efektif.

Orang yang melakukan sesuatu menggunakan tangan kiri atau orang kidal dianggap memiliki kemampuan berbahasa dan verbal  superior.

Penelitian itu juga memberikan cahaya baru pada peran yang dimainkan dalam perkembangan otak dan gangguan neurologis.

Namun hingga kini orang kidal cenderung masih dianggap kelompok minoritas.

Misalnya,  mulai dari memegang mouse komputer hingga gunting, alat music, biasanya dirancang untuk orang kebanyakan menggunakan tangan kanan.

Ilustrasi seorang anak perempuan menggunakan tangan kirinya untuk menulis.
Ilustrasi seorang anak perempuan menggunakan tangan kirinya untuk menulis. (Healthline)

Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Emosional dan Kesehatan Mental Anda, Ini Alasannya

Meski  begitu, orang-orang yang menggunakan tangan kiri sepanjang hidupnya, boleh jadi membawa keberuntungan.

Penelitian baru membuktikan,  perbedaan genetik antara orang  kidal dan tidak kidal.

Ternyata, salah satu perbedaan itu menunjukkan bahwa orang kidal memiliki keterampilan verbal lebih baik.

Para peneliti dari University of Oxford di Inggris menerbitkan temuan mereka dalam  jurnal Brain belum lama ini.

Kedua sisi otak

Untuk memahami data, akan sangat membantu untuk mengetahui perbedaan antara sisi kiri dan kanan otak.

Singkatnya, sisi kiri otak dikaitkan dengan tugas dan bahasa logis sementara sisi kanan melakukan perhitungan lebih kreatif atau abstrak.

"Setiap fungsi, perilaku, kognisi, suasana hati, sensasi somatik, semua itu, membutuhkan beberapa area otak untuk bekerja sebagai jaringan."

Hal itu dijelaskan oleh  Paul Mattis PhD,  neuropsikolog di Northwell Health's Institute for Neurology and Neurosurgery di Manhasset, New York.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved