Ini Penyebab Adanya Reksadana Investor Tunggal

Maraknya reksadana kepemilikan investor tunggal membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan langkah pengawasan.

Ini Penyebab Adanya Reksadana Investor Tunggal
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---- Maraknya reksadana kepemilikan investor tunggal membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan langkah pengawasan.

Keberadaan reksadana investor tunggal sejatinya merupakan hal yang normal.

Sekadar informasi, OJK mencatat jumlah reksadana investor tunggal telah mencapai 689 reksadana dengan dana kelolaan Rp 190,82 triliun per Agustus lalu.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan, mulanya reksadana investor tunggal diperuntukkan bagi investor yang memiliki strategi atau kebutuhan khusus dalam mengelola dana.

Reksadana ini pun banyak diminati oleh investor-investor kalangan institusi.

Ambil contoh, investor institusi seperti asuransi yang ingin menempatkan dananya diobligasi namun kemudian memilih lewat reksadana pendapatan tetap.

Harapannya, investor bisa memperoleh insentif berupa pajak imbal hasil reksadana yang cuma lima persen.

Akan Diawasi OJK, Reksadana Investor Tunggal Mulai Ada Sejak 2007

Bandingkan dengan pajak imbal hasil obligasi secara langsung yang mencapai15 persen.

“Reksadana ini digunakan untuk lebih mengoptimalkan perolehan return bersih berkat adanya perbedaan besaran pajak,” kata Wawan, Kamis (12/9/2019).

Menurut Wawan, reksadana investor tunggal tidak menyalahi aturan.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved