Audisi Beasiswa Bulutangkis

KPAI Tuding Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Dekatkan Anak pada Rokok

Meski tidak secara langsung mengajak anak merokok, Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum bisa mendekatkan anak pada rokok.

KPAI Tuding Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum Dekatkan Anak pada Rokok
PB Djarum
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 

Meski tidak secara langsung mengajak anak merokok, Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum bisa mendekatkan anak pada rokok.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan hal itu di Jakarta pada Rabu (11/9/2019).

Susanto mengatakan, anak-anak yang mengikuti audisi bulu tangkis itu otomatis akan mendapat informasi tentang produk rokok karena nama produk rokok menjadi bagian dari nama audisi.

Anak yang mendapatkan informasi tentang rokok bisa tergoda untuk mencoba rokok dan kemudian susah berhenti merokok karena sudah kecanduan.

"Karena itu, iklan, promosi dan sponsor rokok, termasuk publikasi citra merek rokok dibatasi. Di media penyiaran misalnya hanya boleh antara pukul 21.30 hingga 05.00," kata Susanto.

 Niat Bunuh Jenderal, Kivlan Zen Suruh Orang Cari Senjata Api Ternyata Cuma Cocok Matiin Tikus

 Daftar Lengkap Bursa Transfer Liga 1 2019, Persib, Persija Jakarta, PSM Makassar Paling Aktif

 TERBONGKAR Mulan Jameela Kerap Makan di Warteg, Keuangan Istri Ahmad Dhani Ini Sedang Sulit?

"Saya tidak katakan prevalensi perokok anak di Indonesia meningkat karena PB Djarum. Banyak faktor yang mempengaruhi prevalensi itu, salah satunya akses anak terhadap rokok," ia menambahkan.

Susanto mengatakan, ketika bicara tentang prevalensi anak perokok, yang paling mengkhawatirkan adalah peningkatan prevalensi perokok di kalangan anak usia sekolah dasar

"Karena itu, jangan sampai anak-anak kita terus didekati dengan informasi dan citra rokok yang bisa membuat mereka penasaran dan ingin mencoba merokok," katanya.

Menurut Susanto, pemerintah ingin menurunkan prevalensi perokok di kalangan anak dan untuk itu pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan semua pihak.

"Bukan hanya kementerian/lembaga, tetapi juga seluruh korporasi, masyarakat, orang tua, dan guru," katanya.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved