Kesehatan

Jangan Abaikan Anak yang Suka Berada di Dalam Kamar Saja

Fenomena media sosial membius banyak orang, tak terkecuali anak dan remaja. Sayangnya, terlalu banyak terekspos medsos juga menimbulkan efek negatif

Jangan Abaikan  Anak yang Suka Berada di Dalam Kamar Saja
Istimewa
ilustrasi aplikasi medsos 

Muhammad Agus Syafii, Konsultan dan Pemerhati Anak dari Rumah Amalia Ciledug mengatakan, agar anak-anak terhindar dari terlalu banyak terpapar ponsel dan media sosial, sebaiknya orangtua menjauhkan ponsel  dari tempat tidur anak.

 AWAS Jangan Terjebak, Ini 25 Ruas Jalan Ganjil Genap di Jakarta, Berlaku Mulai Senin (9/9)

Hal  ini salah satu cara mengatasi gangguan tidur dan suasana hati bahagia.

“Batasi penggunana media sosial di malam hari. Lakukan hal ini agar anak tidur nenyak dan bisa memperbaiki suasana hati dan masalah lain agar hidup bahagia,” tutur Agus  kepada wartawan di sela-sela kunjungan anak-anak Rumah Amalia  ke Sky World Taman Mini Indonesia Indah, belum lama ini.

Ia menjelaskan, aktivitas sosial serta mengajak anak untuk  berbincang, melakukan aktivitas motorik seperti bermain bersama akan menggembirakan anak.

“Dengan melakukan aktivitas yang menggembirakan serta saling berbincang akan membuat anak tidak akan menggunakan telepon mereka sebagai sahabat, guru, ataupun panutan,” ujar Agus.

 Hotman Paris Sebut Farhat Abbas Pamer Pamit ke Swiss untuk Wakili Nenek Ngadu ke PBB

Orangtua juga  harus perhatian ketika melihat anak mulai kecanduan berselancar di media sosial. 

Di antaranya  sensitive mudah emosi, sering mengeluh sakti kepala dan mual, mudah keluar keringat dingin, introvert, serta menghindari aktivitas motorik.

Bila ciri-ciri itu ada di anak, Agus menyarankan agar segera dibawa ke rumah sakit atau tempat yang dapat mengurangi  kecanduan media sosial.

Pasalnya jika dibiarkan akan menganggu tumbuh kembang anak.

 Franda Emosi Nama Anaknya Dicontek Persis, Beda dengan Samuel Zylwgyn Menanggapinya

“Orangtua harus aware ketika anak maunya di kamar saja, suka teriak-teriak. Harus diajak interaksi untuk berbincang-bincang, aktivitas  motoric, fisik, dan verbal,”katanya. (lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved