Ingin Membeli dan Merawat VW Kodok? Berikut Tips Mobil Klasik Ini
VW Kodok atau yang aslinya bernama Volkswagen Beetle menjadi satu di antara banyak mobil ikonik yang sudah lama beredar di Indonesia.
Sebab model tersebut direstorasi sedemikian rupa sampai mendekati aslinya, dan disebut menjadi VW Kodok termahal yang dijual di Indonesia.
Sementara untuk VW Kodok klasik yang dikategorikan rapih, sehat, serta masih nyaman dipakai berada di kisaran ratusan juta rupiah.
Terutama bagi VW Kodok lansiran tahun 1970 ke bawah, menurut Didit harganya bisa mencapai Rp 400 jutaan hingga Rp 500 jutaan.
“Kalau saya rekomendasi Kodok tahun muda, kisaran tahun 1970-an ke atas. Karena itu mobil paling reliable, masih nyaman dipakai touring, dan tidak rewel. Kodok tahun muda saat ini bisa didapatkan di kisaran Rp 50 jutaan, nanti untuk merapikannya tentu sesuai selera, tidak terbatas harganya,” katanya.
Sedangkan soal pajaknya, Didit mengatakan umumnya mobil klasik memiliki pajak yang murah.
Ia berujar jika per tahun hanya membayar sekitar Rp 400.000-an untuk memperpanjang STNK mobil kesayangannya.
• Brown Sugar Milk Tea Lebih Sehat dari Bubble Tea? Fakta dan Tips Agar Tetap Sehat Minum Milk Tea
Ketersediaan spare part VW Klasik
Bicara ketersediaan suku cadang, Didit mengaku hal itu tak perlu ditakutkan para calon pemilik VW Kodok.
Sebab sampai saat ini, pihak prinsipal disebut masih menyediakan segala spare part VW klasik.
Sementara soal harganya, karena dipesan secara khusus, harganya jadi terbilang agak mahal.
Terutama untuk komponen asli, yang didatangkan langsung dari Eropa.
“Saya sudah merasakan punya VW klasik dan yang muda. Kalau kita bicara apple to apple, misal soal kaki-kaki, sama harganya baik yang tua atau yang muda,” kata Didit.
“Soal spare part sendiri saat ini masih banyak, Cina juga ngeluarin. Sebagian negara-negara Eropa juga masih keluarkan. Kalau lokal enggak ada sih, biasanya hanya aksesoris,” tambah Didit.
Didit mengatakan, hal ini bisa terjadi lantaran penggemar VW klasik masih tersebar di seluruh dunia.
Makanya produsen komponen pun masih bertahan memproduksi spare part milik Kodok, Kombi, Safari, Karman, dan sebagainya.
“Bahkan body part itu masih ada, bisa dipesan. Shell atau rangkanya masih ada, mesin juga masih ada yang jual lengkap komponennya,” pungkas Didit.
• Anda Ingin Buka Usaha? Bisa Mengajukan Modal ke 3 Perusahaan E-Commerce Ini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tips Bagi yang Berniat Memelihara VW Kodok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/volkswagen-club-bandung_20180812_113426.jpg)