Wisata
Mengintip Bekas Penjara dan Sumur Mati di Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi, Seramkah?
Penjara didalam benteng itu berfungsi untuk menahan para pejuang Indonesia, hingga pekerja rodi yang ikut membangun benteng pendem tersebut.
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Berada di Benteng Van Den Bosch, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seperti menikmati keindahan sekaligus keprihatinan di masa lalu.
"Kita ke Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi," kata Julian Edward dari Djarum Foundation.
Perjalanan kami dimulai setelah sarapan di Warung Soto Triwindu yang berdiri sejak 1939 dan kini menjadi langganan Presiden Joko Widodo setiap kali mudik ke Solo.
Dari Solo ke Ngawi dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama sekitar satu jam melintasi Ruas Tol Ngawi-Kertosono yang baru saja diresmikan Presiden.
Sampai di Ngawi, kami menuju alun-alun kota. Adem. Namun hanya sesaat, karena Reynaldi Wahyu dan Julian Edward meminta pengemudi melanjutkan perjalanan ke Benteng Pendem.
Lokasi Benteng Pendem Van Den Bosch mudah dijangkau. Dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Alun-alun kota, kami tinggal menuju ke arah timur laut sejauh 1 kilometer.
Di sekeliling Benteng Pendem ini, Program Trees for Life Bakti Lingkungan Djarum Foundation menanam ribuan bibit pohon trembesi hingga kembang merak.
Hal itu dilakukan supaya Benteng Pendem terlihat asri dan sejuk di kemudian hari, sekaligus bagian dari pelestarian lingkungan.
• Daftar Harga Paket Wisata Muslim ke Korea di Korea Travel Fair 2019
• Mirip Bromo, Ternyata Banten Juga Punya Kawasan Wisata Negeri di Atas Awan yang Memukau
Nah, begitu memasuki area Benteng Pendem, kami melihat pintu gerbang Kompleks Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 12/Kostrad 'Angicipi Yudha'. Sejumlah personel Kostrad tampak berjaga.
Kami bertemu Sersan Kepala Bambang Suwito, salah satu bintara yang ditugaskan oleh Yon Armed 12/Kostrad untuk memberikan informasi tentang keberadaan benteng dan seisinya.
Bambang Suwito terus menemani kami berkeliling benteng.
Setelah 1962, Benteng Pendem diputuskan menjadi Markas Komando Yon Armed yang berada di Rampal, Malang.
Selama menjadi markas TNI, kawasan benteng menjadi daerah terlarang bagi masyarakat umum karena saat itu difungsikan sebagai gudang amunisi.
Setelah Yon Armed 12 dipindah karena benteng pendem dianggap sudah tidak lagi layak menjadi sebagai markas militer pada 1981, kawasan Benteng Pendem baru dibuka untuk umum.
Benteng Pendem mulai terlihat saat kami mendapati adanya gundukan tanah yang dibangun lebih tinggi dari benteng, juga parit lebar dengan kedalaman sekitar 2 meteran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/benteng-pendem-van-den-bosh-zn.jpg)