Melakukan Transformasi Digital Agar Perbankan Dapat Menjaga Kinerja
ransformasi ke digital menjadi senjata perbankan pertahankan kinerja di tengah tren margin bunga bersih yang mengarah pada penurunan.
Perseroan akan mulai melakukan diversifikasi bisnis dari pembiayaan pensiun berkembang ke segmen ritel dan UMKM.
"Kami akan kembangkan produk yang berbasis digital," kata Januar Arifin, Sekretaris Perusahaan Bank Yudha Bhakti.
Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI, mengatakan, proses digitalisasi yang dilakukan perseroan saat ini banyak untuk proses kredit terutama untuk segmen mikro.
• 4 Tahun Lagi Pasokan Perkantoran di Kawasan CBD Tembus 7,7 Juta Meter Persegi
Jika sebelumnya menggunakan paper based maka saat ini berubah memakai aplikasi di gawai.
Alhasil waktu pemrosesan kredit yang semula butuh dua minggu jadi tinggal dua hari saja.
Meski begitu, Haru melihat, efisiensi yang akan didapat BRI dari digitalisasi masih akan terbatas dalam jangka pendek.
"Namun untuk jangka panjang, BRI menargetkan produktifitas pekerja akan dapat semakin meningkat," kata Haru.
BRI sebetulnya cukup efisien.
Itu tercermin dari rasio BOPO perseroan per Juli yang tercatat di level 70,42 persen, turun dari 71,12 persen pada bulan sebelumnya.
Sampai akhir tahun, bank pelat merah ini akan jaga rasio BOPO di kisaran 67 persen-69 persen.
Sementara NIM akan dijaga tujuh persen dan net profit ditargetkan tumbuh sekitar 10 persen-12 persen.
• Harga Emas Naik Tipis, Ini 6 Sentimen yang Bikin Harga Emas Naik
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Transformasi ke digital menjadi senjata perbankan pertahankan kinerja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kredit-tanpa-anggunan-online_1717.jpg)