Bitcoin Kembali Masuk Tren Bergerak Naik
Sempat memudar, harga bitcoin kembali masuk dalam tren bullish. Jumat lalu (6/9), bitcoin diperdagangkan di level 10.862,44 dollar AS per bitcoin.
Hal tersebut wajar dilakukan karena harga bitcoin sempat menyentuh level tertingginya di 12,733,71 dollar AS per bitcoin pada 26 Juni lalu.
Ini menjadi level tertinggi bitcoin sepanjang tahun ini.
Kala itu, harganya sudah naik 227,16 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun 2018.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Harga bitcoin yang sempat anjlok dalam, kini harganya bitcoin kembali masuk dalam tren untuk bergerak naik atau bullish.
Pada Jumat (6/9/2019), bitcoin diperdagangkan di level 10.862,44 dollar AS per bitcoin.
Angka ini naik 3,27 persen dibanding hari sebelumnya.
Bahkan dalam sepekan terakhir, harga mata uang kripto tersebut sudah melejit 12,84 persen.
Sebelumnya, harga bitcoin cenderung melemah.
Pelemahan terjadi sejak Juli lalu.
Analis menyebut, harga bitcoin terjerembab setelah investor memilih melepas mata uang kripto paling populer ini.
• 4 Tahun Lagi Pasokan Perkantoran di Kawasan CBD Tembus 7,7 Juta Meter Persegi
Hal tersebut dilakukan untuk merealisasikan keuntungan alias profit taking.
Hal tersebut wajar dilakukan karena harga bitcoin sempat menyentuh level tertingginya di 12,733,71 dollar AS per bitcoin pada 26 Juni lalu.
Ini menjadi level tertinggi bitcoin sepanjang tahun ini.
Kala itu, harganya sudah naik 227,16 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun 2018.
Jadi investor yang sudah memiliki bitcoin memilih untuk merealisasikan keuntungan.
Investor juga optimistis harga bitcoin dapat kembali meroket di tahun ini.
• Bill Gates Ketemu Warren Buffett Bicara soal Buku, Ini Kutipan Pembicaraannya
Efek halving day
Co-founder CryptoWatch, Christopher Tahir, mengatakan, untuk saat ini harga bitcoin bergerak dalam rentang sempit di kisaran 9.000 dollar AS – 12.000 dollar AS per bitcoin.
Sentimen global, seperti perang dagang dan perlambatan ekonomi masih mempengaruhi pergerakan mata uang kripto ini.
"Karena itu saat ini bitcoin masih termasuk dalam aset yang cukup volatil," kata Chirstopher.
Akan tetapi efek halving day diprediksi tetap mampu menopang bitcoin dari kejatuhan harga lebih dalam.
• Harga Emas Naik Tipis, Ini 6 Sentimen yang Bikin Harga Emas Naik
Terlebih tahun depan adalah masa halving day yang jatuh tiap empat tahun sekali.
Para penambang pun dapat mendulang untung dari halving day.
Saat itu, penambangan bitcoin bakal jadi lebih pelan.
Ujung-ujungnya, pasokan akan berkurang.
Perlambatan ekonomi dan resesi yang sudah terjadi di Argentina dan Turki juga membuat Christopher lebih yakin harga bitcoin dapat kembali melesat.
"Ini bisa menjadi awal harga bitcoin menuju 20.000 dollar AS per bitcoin," kata Christopher.
CCO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan, saat ini memang sudah siklus bagi bitcoin utuk kembali menguat.
Tetapi bagi Anda yang masih ingin mengoleksi bitcoin, Christopher menyarankan agar mulai mencicil saat harga bitcoin kembali berada di kisaran harga 7.500 dollar AS– 10.000 dollar AS per bitcoin.
• Rupiah Dibuka Rp 14.088, Empat Hari Berturut-turut Rupiah Meneruskan Penguatan
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Bitcoin Kembali Masuk Tren Bullish
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170515-bitcoin-mata-uang-dunia-maya-yang-berlaku-di-seluruh-dunia_20170515_125414.jpg)