Rusuh Papua
Pemuda Papua Sebut Ada Pembiaran Pemerintah Terhadap Ormas Anarkis
Pemuda Papua menyebut jika sudah sering mereka digerebek oleh Ormas-ormas anarkis. Tetapi pemerintah terkesan membiarkan hal tersebut terjadi.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
"Dengan emosional mereka menolak pemasangan. Sempat adu mulut, lalu terjadi baku hantam," kata Basuki, salah satu anggota ormas, Rabu (15/8/2019).
Kasus tersebut berlanjut hingga akhirnya pada Sabtu (17/8/2019) asrama Papua dikepung oleh sejumlah Ormas.
Pengepungan itu juga diwarnai dengan aksi diskriminasi penghinaan terhadap masyarakat Papua.
Polisi pun mengamankan puluhan mahasiswa yang terjebak di dalam asrama agar bentrokan tidak meluas.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara atas kasus tersebut.
Ia meminta masyarakat Papua untuk memaafkan dan berjanji akan bertindak tegas terhadap pelaku diskriminasi.
Namun dari aksi tersebut, berbagai kerusuhan terjadi di Papua dan Papua Barat selama hampir dua pekan lamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mamat-alkatiri.jpg)