Legislatif

Anggota Legislatif Berusia 22 Tahun Ini Bertekad Perbaiki Sistem Zonasi PPDB di Tangerang Selatan

Saya berharap masuk di Komisi 2 yang membidangi pendidikan. Banyak emak-emak yang mengeluh soal pendidikan ke saya saat kampanye.

Anggota Legislatif Berusia 22 Tahun Ini Bertekad Perbaiki Sistem Zonasi PPDB di Tangerang Selatan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Fraksi Gerindra Syaugi Farhan Mawali. 

Syauqi Farhan Mawali merupakan anggota DPRD Tangerang Selatan termuda, usianya baru beranjak 22 tahun.

Anggota legisltaif dari Fraksi Partai Gerindra itu masih mengikuti perkuliahan di Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Syauqi yang mewakili Dapil 5 Pondok Aren, itu mengungkapkan sejumlah program yang akan dijalankannya ke depan, dengan fokus di dunia pendidikan Tangerang Selatan.

"Saya berharap masuk di Komisi 2 yang membidangi pendidikan. Banyak emak-emak yang mengeluh soal pendidikan ke saya saat kampanye," ujar Syauqi saat dijumpai Warta Kota di Kantor DPRD Tangerang Selatan belum lama ini.

VIDEO: Cerita Anggota DPRD Tangsel Termuda Syauqi, Masih Kuliah dan Ambisi Berantas Pungli

Wali Kota Airin Rombak Pejabat Dinas Koperasi dan Satpol PP Tangsel

Ia menyebut kaum ibu mengeluhkan mengenai sistem zonasi dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Banyak anak-anak tak masuk sekolah negeri karena aturan zonasi tersebut.

"Selain zonasi, orang tua murid juga mengeluhkan soal pungutan liar di sekolah. Mereka diharuskan membayar ini-itu, padahal di sekolah seharusnya tidak boleh memungut bayaran apapun, karena sudah mendapatkan dana operasional dari pemerintah," ucapnya.

Syauqi mengungkapkan, untuk langkah ke depan dirinya akan berkonsentrasi agar pendidikan di Tangerang Selatan ini menjadi lebih baik.

Dinkes Tangsel Akan Bentuk Tim Satgas karena Masih Banyak Didapati Warganya Merokok di Tempat Umum

Operasi Patuh Jaya di Tangsel Jaring Ratusan Pengendara, Banyak yang Tak Pakai Helm

Caranya, dengan mengawasi sejumlah kebijakan eksekutif yakni Pemerintah Kota Tangerang Selatan. 

'Pemkot Tangsel juga harus membangun lebih banyak lagi sekolah negeri di daerah-daerah, sehingga masalah zonasi ini bisa teratasi," kata Syauqi.

'Kemudian saya juga akan membuat program-program olahraga. Diadakan turnamen futsal sebagai ajang silahturahmi anak-anak sekolah. Ini juga untuk saling mempererat generasi muda," ujarnya. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved