Belum Ada Bukti Pembangunan PLTU Bisa Pengaruhi Kesehatan

PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tidak mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung.

Belum Ada Bukti Pembangunan PLTU Bisa Pengaruhi Kesehatan
Tribunnews
PLTU Muara Karang, Jakarta Utara. 

Fungsinya, mengawasi emisi dari PLTU berbahan bakar batu bara secara berkelanjutan.

PLN juga menerapkan teknologi rendah karbon dengan tingkat efisiensi tinggi atau High Efficiency and Low Emmission (HELE).

SUSUNAN Kabinet Jokowi-Maruf Amin Versi Relawan: Yusril Jadi Mensesneg, Moeldoko Geser Wiranto

Seperti, Clean Coal Technology (Super Critical dan Ultra Super Critical).

Dengan teknologi terkini itu, maka konsumsi batubara dapat lebih efisien dan andal.

Sekaligus, lebih ramah lingkungan sesuai standar internasional.

Mantan Suami Patahkan Pengakuan Vina Garut, Sebut Bekas Istrinya yang Ajak Main Bertiga

Teknologi ini juga menerapkan electrostatic precipitator yang menghilangkan partikel polutan, baik kondisi kering maupun basah.

Dan, menggunakan sea water flue gasdesulfurization untuk menurunkan unsur sulfur.

Sebelumnya, warga Banten dikabarkan mengirimkan petisi kepada lembaga keuangan publik asal Korea Selatan.

Empat Warga Australia Ikut Unjuk Rasa Tuntut Kemerdekaan Papua, DPR Minta Pemerintah Sikapi Serius

Mereka meminta pembangunan proyek PLTU Jawa 9 dan 10 di Suralaya dihentikan.

Salah satu alasan pengajuan petisi tersebut, PLTU USC berkapasitas 2x1000 MW senilai tiga miliar dolar AS itu, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan. (Satyagraha)

Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved