Pelayanan Publik

Wali Kota Bekasi Ungkap Alasan Honor Ketua RT dan Ketua RW akan Dihapus karena Tidak Ada Uangnya

Bukan diberhentikan, tapi dievaluasi, nanti, disampaikan. Kan kalau tidak ada uangnya, tapi ada di APBD-nya tetap saja tidak bisa diselesaikan.

Wali Kota Bekasi Ungkap Alasan Honor Ketua RT dan Ketua RW akan Dihapus karena Tidak Ada Uangnya
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi. Kegiatan ronda dilaksanakan dengan melibatkan masyarkat. Warga yang menggelar ronda atau siskamling. 

Kader Posyandu/PKK, linmas dan keagamaan di Kota Bekasit terancam dihapus dari perencanaan anggaran belanja pegawai t ahun 2020 mendatang.

Tentunya, hal itu menimbulkan keluhan dari para ketua RT, RW, dan lainnya.

Menjawab hal tersebut, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut rencana pemberhentian honor RT, RW dan lainnya masih tahap evaluasi.

Hal itu mengingat akan kondisi keuangan yang ada di Kota Bekasi.

"Bukan diberhentikan, tapi dievaluasi, nanti, disampaikan. Kan kalau engga ada uangnya, tapi ada di APBD-nya tetap saja engga bisa diselesaikan," ujar Rahmat Effendi di Kota Bekasi, Senin (2/9/2019).

Pepen sapaan akrbanya mengaku akan membicarakan soal evaluasi dana honorium untuk APBD 2020 bersama DPRD Kota Bekasi.

"Rencana memang akan dievaluasi, hasilnya apa belum tahu kan," ucap dia.Kemudian saat ditanya, tidak diberikan honor RT RW akan menganggu kinerjanya, Pepen menyebut akan diukur dan dibahas juga bersama DPRD.

"Ya sekarang kita lihat menganggunya sampai dimana kan sudah diukur, finalnya kan nanti," kata dia.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan pencairan honorarium RT RW, Kader Posyandu/PKK, linmas dan keagamaan tertunda.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, Senin (2/9/2019).

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved