Waduk Brigif Jadi Kubangan Bebek, Kadis SDA DKI: Belum Semua Lahannya Dibebaskan
Kepala Dinas Sumber Daya Air menyatakan belum seluruh lahan dibebaskan untuk pembangunan Waduk Brigif.
Menyusutnya luas lahan Waduk Brigif hingga tersisa hanya beberapa ribu meter dari 10,3 hektar persegi perluasan yang ditargetkan saat ini diungkapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf karena beberapa alasan.
Salah satunya adalah lahan waduk yang belum seluruhnya dibebaskan. Sehingga waduk yang berlokasi di RT 16/10 Cipedak di Jalan Aselih dan RT 04/03 Cipedak di Jalan H Raisan, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu belum dapat tersambung.
Sementara, proses pembebasan lahan yang terbagi menjadi sebanyak 26 bidang lahan milik warga itu katanya tengah dalam proses musyawarah. Pihaknya telah memanggil warga untuk berdiskusi terkait batas lahan hingga ganti rugi imbas penggusuran.
• Terhambat Pembebasan Lahan, Alat Keruk Waduk Brigif Mangkrak
"Waduk Brigif memang masih kecil karena belum semua dibebasin, minggu lalu lagi musyawarah sama warga yang tanahnya rencana mau dibebasin," ungkapnya dihubungi pada Kamis (29/8/2019).
"Total ada 26 bidang, tapi info terakhir yang baru clear (setuju) ada delapan bidang, yang lain ada yang belum setuju soal luas peta bidang yang dikeluarkan BPN. Tapi masih dibicarakan terus," ungkapnya.
Atas hal tersebut, perluasan Waduk Brigif belum dapat dilanjutkan. Namun apabila telah dibebaskan, revitalisasi waduk dilakukan sebagai pengendali banjir sekaligus objek wisata air baru, lengkap dengan jogging track, tempat bermain anak dan lainnya.
"Rencana revitalisasi tetap nggak berubah, nanti jadi pengendali banjir sama wisata air. Kan kajian tetap sama, nggak berubah," tutupnya.
Kubangan bebek
Seperti diketahui, mangkrak sejak era Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo tepatnya tahun 2014 silam, Waduk Brigif yang akan dibangun jadi lokasi wisata air kini rusak parah.
Tidak hanya penuh sampah, air waduk kian menyusut hingga berupa kubangan berair keruh.
Buruknya kondisi waduk yang berlokasi di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu seperti yang terlihat pada Kamis (29/8/2019).
• Proyek Waduk Brigif Terhenti karena Tak Ada Anggaran
Permukaan waduk yang semula rata dengan aliran Kali Cipedak itu kini memiliki topografi tanah yang berundak tidak teratur.
Pada sisi muka waduk di Jalan Aselih, permukaan tanah menurun hingga sekitar satu meter ke arah tengah. Permukaan tanah yang bergelombang itu pun terlihat menggunung pada sisi kiri dan kanan waduk.
Mirip perbukitan, permukaan tanah naik sekitar dua hingga tiga meter dari sepadan waduk.
Terlebih pada permukaan tanah yang berdampingan dengan permukiman anggota marinir yang terletak di sisi utara waduk, tepatnya RT 16/10 Cipedak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/waduk-brigif1.jpg)