Menikmati Suasana di Sunyi House of Coffee and Hope

Sunyi House of Coffee and Hope dibangun minimalis dengan warna abu-abu pucat serta papan nama simpel tidak menonjol.

Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana Kafe Sunyi House of Coffee and Hope 

Tepat di tengah keramaian, persis di sisi Jalan Fatmawati Raya, terdapat sebuah kafe yang hening minim suara. Kafe sendu yang berisi para pencari ketenangan Ibu Kota.

Jauh dari hiruk pikuk ramainya jalanan petang hari, wartakotalive.com mencoba menyambangi kafe sederhana yang berlokasi tidak jauh dari Simpang Fatmawati itu.

Sekilas terlihat, kafe bernama Sunyi House of Coffee and Hope itu tidak berbeda layaknya kedai kopi umumnya. Kafe dibangun minimalis dengan warna abu-abu pucat serta papan nama simpel tidak menonjol.

Aliran Air Akan Dihentikan, PDAM Depok Imbau Pelanggan Menampung Air Bersih

Jakpro Gelar Acara Indonesia Bersepeda di Jakarta International Velodrome pada 30-31 Agustus 2019

Sebanyak 303 Personel Gabungan Disiagakan untuk Mengattur Lalu Lintas di Jakarta Muharram Festival

Namun, menapaki kafe lebih dalam, kesan spesial sudah terasa, seperti pada pelataran kafe, lantai penyambut tamu yang umumnya dibuat mulus justru dibuat bergelombang dengan jalur tuna netra.

Seorang juru parkir perempuan yang diketahui tuna wicara pun menyambut tamu dengan ramah. Walau tidak dapat berkata-kata, senyum manisnya seakan menyapa menyambut tamu yang datang.

Tidak berpangku tangan, dirinya melambaikan tangan dan mengarahkan setiap tamu agar rapi menempati setiap sudut area parkir kendaraan. Sore itu memang suasana kafe tengah ramai, sepeda motor terbaris rapih dengan satu buah mobil pengunjung terparkir di muka kafe.

Melangkahkan kaki masuk, dekorasi minimalis menyambut pengunjung dengan terbuka. Suasana dalam kafe dibentuk layaknya ruang keluarga, area tengah terasa luas dengan set kursi dan meja bulat ditempatkan di sisi kiri, berhadapan dengan meja panjang menggantung dan kursi tunggal berbahan rotan.

Perabot kafe pun terlihat tidak simetris, beragam ornamen disusun acak tidak formal. Dekorasi itu melengkapi jendela besar bersisi oval lengkap dengan kanopi berwarna hijau melengkung di atasnya.

Ada Adegan Cium Kening Shandy Aulia di Film, Dodit Mulyanto: Kayak Kucing Dikasih Ikan Asin

Hujan Sehari, Sampah Menumpuk Di Sungai Cisadane

Prajurit Batalyon Marinir Bitung Ikuti Penyuluhan Hukum

Beralih ke atalase kafe, seorang pelayan perempuan melambaikan tangan dan dengan bahasa isyarat menunjukkan beragam menu kopi, teh hingga beragam pastry dan cake andalan mereka.

Beragam menu yang ditawarkan sangat menggugah penasaran, terlebih jejeran cake dalam etalase kaca berbingkai kayu. Namun, kali ini wartakotalive.com memilih untuk memesan caramel latte, lemon tea dan kentang goreng sebagai pelengkap.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved