Berita Jakarta

BPJS Kesehatan Gandeng DKI Layani Peserta Hipertensi dan Diabetes di Puskesmas

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Pemprov DKI dalam meluaskan layanan bagi pasien hipertensi dan diabetes melitus.

BPJS Kesehatan Gandeng DKI Layani Peserta Hipertensi dan Diabetes di Puskesmas
Warta Kota/FitriyandimAl Fajri
Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek, Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, Kamis (29/8/2019) saatmeneken nota PKS dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan Nomor 10, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Pemprov DKI Jakarta dalam meluaskan layanan bagi pasien hipertensi dan diabetes melitus.

Pasien yang selama ini terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tidak perlu lagi berobat ke rumah sakit.

Mereka bisa berobat di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan di daerahnya masing-masing yang berjumlah 44 unit di Jakarta.

“Kesepakatan ini kami tuang dalam nota Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyediaan dan pelayanan obat dalam Program Rujuk Balik (PRB),” kata Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek, Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi pada Kamis (29/8/2019).

Hal itu dikatakan Ratna usai meneken nota PKS dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan Nomor 10, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

 Satu Anggota TNI Gugur, Simak Kronologi Kerusuhan Brutal di Kabupaten Deiyai Papua Diungkap TNI

 Ayah dan Anak Warga Lebak Bulus Meninggal Dahulu Lalu Dibakar Atau Sebaliknya? Ini Kata Polisi

 VIDEO : Riuh Tembakan Detik-Detik Penangkapan Pembunuhan Bayaran

Kata dia, pencapaian peserta PRB di wilayah Jabodetabek sampai dengan semester I tahun 2019 adalah 100.185 peserta.

Khususnya DKI Jakarta, ujar dia, ada 53.937 peserta yang telah mengikuti program ini.

Dengan adanya perjanjian ‘di atas kertas’, diharapkan jumlah peserta yang mengikuti program PRB bisa mencapai 100 persen di akhir tahun 2019.

“Saya berharap program ini menjadi One Stop Servicepelayanan PRB di Puskesmas. Jadi, setelah mendapat resep dari dokter spesialis di rumah sakit, peserta PRB setiap bulannya cukup datang ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dasar dan obat PRB, sehingga dapat memberikan efektivitas pelayanan bagi peserta JKN,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, PRB sangat menguntungkan masyarakat dari segi jarak untuk memperoleh fasilitas kesehatan.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved