Ada 9,7 Unit Smartphone di Indonesia Selama Kuartal II/2019, Siapa yang Mendominasi?
Menurut periset pasar IDC, pada periode itu mencapai 9,7 juta unit, naik 20 persen dibanding kaurtal I-2019.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Penjualan smartphone di Indonesia pada kuartal II-2019, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Menurut periset pasar IDC, pada periode itu mencapai 9,7 juta unit, naik 20 persen dibanding kaurtal I-2019.
Dibanding kuartal yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai tiga persen.
Rekor ini memecahkan rekor yang sama pada kuartal II-2018, yang mengapalkan 9,5 juta unit.
• Ini Manfaat Daun Kelor, Jangan Sembarang Memberikan Hasil Olahan Kepada Anak
Menurut analis IDC, Risky Febrian, kuartal II memang menjadi puncak pengapalan smartphone tiap tahunnya.
Tahun ini, kuartal kedua bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan lebaran, serta libur sekolah, sehingga banyak vendor smartphone jor-joran memberikan diskon dan promosi untuk menarik konsumen.
Risky mengatakan, isu pemblokiran ponsel black market juga mempengaruhi tingginya pengapalan smartphone di Indonesia.
• Angka Kelahiran Rendah, Ini Penyebab Wanita Korea Selatan Sulit Hamil
"Rencana ini lumayan memberikan efek ketakutan untuk konsumen, jadi mereka lebih pilih membeli yang legal (resmi), sehingga permintaan ponsel legal jadi lebih tinggi," ujar Risky, ketika dihubungi KompasTekno melalui sambungan telepon, Kamis (29/8/2019).
Samsung masih juara
Dalam riset IDC, Samsung masih menjadi jawara vendor smartphone di tanah air.
Pangsa pasar Samsung mencapai 27 persen tahun ini, stagnan dengan periode yang sama tahun lalu.
• Buka Rekening Tabungan via Online, Daftar Bank untuk Buka Rekening Tanpa ke Kantor Cabang
Oppo menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 21,5 persen, naik dari periose yang sama tahun lalu sebesar 18 persen.
Vivo menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 17 persen, naik cukup signifikan dibanding tahun lalu sebesar 9 persen.
Xiaomi justru merosot ke nomor empat dengan pangsa pasar 16,8 persen.
• Bekerja dari Rumah Kenapa Tidak? Berikut Tips Agar Kerja di Rumah Nyaman
Vendor asal China ini turun dari posisi kedua di periode yang sama tahun lalu dengan pangsa pasar 25 persen.
Menurut Risky, salah satu alasan lesunya performa Xiaomi diakrenakan transisi proses manufaktur yang sedang dilakukan Xiaomi pada kuartal I.
Posisi kelima diisi oleh pendatang baru, Realme dengan pangsa pasar 6,1 persen.
• Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Bagaimana Kemampuan Masyarakat?
Realme mendepak posisi vendor lokal Advan, yang pada kuartal pertama 2019 masih sempat bercokol dengan pangsa pasar 5 persen.
Hasil IDC ini mirip dengan Counterpoint Research, di mana Samsung menempati urutan pertama dengan pangsa pasar 27 persen.
Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi dengan pangsa pasar 21 persen.
Sementara Oppo baru menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 17 persen.
• 10 Manfaat Baca Buku, Satu di Antaranya Bisa Menurunkan Risiko Demensia
Posisi keempat, diisi oleh Vivo dengan dengan pangsa pasar 9 persen dan Realme di posisi kelima dengan hasil delapan persen.
Hasil kedua lembaga agak berbeda dengan Canalys yang mendudukkan Oppo sebagai penguasa smartphone Indonesia, dengan pangsa pasar 26 persen.
Samsung baru menempati urutan kedua dengan pangsa pasar 24 persen.
Nomor tiga dihuni oleh Xiaomi dengan pangsa pasar 19 persen.
Kemudian Vivo dan Realme menduduki nomor empat dan lima dengan masing-masing pangsa pasar 15 persen dan 7 persen secara berurutan.
• 8 Tips Meningkatkan Memori, Kafein Bisa Ikut Membantu?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengapalan Smartphone di Indonesia Tertinggi dalam Sejarah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-smartphone-habis-baterai.jpg)