Minggu, 26 April 2026

Pembunuhan

UPDATE Identifikasi Jasad Pupung dan Dana Rampung Paling Cepat Jumat Pekan Ini

RS Polri Kramat Jati telah mengambil sampel data ante mortem keluarga Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23)

Penulis: Rangga Baskoro |
Kompas.com/BUDIYANTO
Proses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

KRAMAT JATI, WARTAKOTASLIVE.COM -- Pihak RS Polri Kramat Jati telah mengambil sampel data ante mortem keluarga Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23) pada Selasa (27/8) kemarin.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan proses identifikasi jasad

Pupung dan Dana paling cepat akan rampung pada Jumat (30/8) pekan ini.

"Hasil pemeriksaan DNA yang mungkin Jumat atau paling lambat Senin sudah bisa ada hasilnya untuk

UPDATE Dua Eksekutor Pembunuhan Ayah dan Anak Gunakan Racun dan Miras untuk Lumpuhkan Korban

Dengan Jalan Terpincang, Dua Eksekutor Pembunuhan Ayah dan Anak di Sukabumi Tiba di Polda Metro Jaya

TERNYATA Pembunuh Bayaran Bunuh Korban Sebelum Dibakar Dalam Mobil

Foto kenangan Dana bersama Elviramanda sang kekasih
Foto kenangan Dana bersama Elviramanda sang kekasih (Tangkap layar Instagram/@elviramndml)

identifikasi," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/8/2019).

Data ante mortem yang diberikan pihak keluarga korban secara langsung sejak kemarin nantinya

disinkronisasikan dengan data post mortem atau data medik setelah kematian milik Pupung dan Dana.

Edy menuturkan lebih dari empat anggota keluarga ayah dan anak itu yang sudah diambil datanya oleh tim

dokter forensik RS Polri Kramat Jati sejak kemarin pagi.

"Dari keluarga ada sekitar empat orang, dari adik, kakak, ibu, korban dan orang-orang terdekat korban. Semua

sudah kita kirim sampel lengkap," ujarnya.

Selain DNA Pupung dan Dana, Edy menyebut tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati juga mengambil sejumlah

bagian tubuh korban yang hanya tersisa sekitar 80 persen akibat nyaris jadi arang.

"Sampel DNA dari korbannya sendiri ada beberapa jaringan yang kita kirim tentunya bukan satu. Karena korban

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved