Demokrasi
Fadli Zon Ungkap AIPA Seharusnya Jadi Forum Terhormat Bukan Basa Basi atau Seremonial
Maka, akan ada banyak isu penting dan genting yang kerap diabaikan AIPA, hanya karena salah satu negara anggotanya keberatan.
Komitmen AIPA sebagai forum tertinggi parlemen ASEAN terhadap penyelesaian krisis Rohingya adalah prasyarat terciptanya Masyarakat ASEAN Berkelanjutan.
Itulah salah satu poin yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Dr Fadli Zon MSc, saat berpidato sebagai Ketua Delegasi Parlemen Indonesia dalam 40th General Assembly of ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA), Senin 26 Agustus 2019, di Bangkok, Thailand.
Sidang AIPA, tahun ini, mengambil tema “Advancing Parliamentary Partnership for Sustainable Community.”
Delegasi parlemen Indonesia memandang perlindungan kemanusiaan dan perdamaian, adalah isu sentral yang tak bisa dilepaskan dari agenda Sustainable Community.
Dalam sidang AIPA, kali ini, sebagai Ketua Delegasi, Dr Fadli Zon didampingi sejumlah anggota DPR RI lainnya, yaitu Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (F-Demokrat), Nurhayati Assegaf (F-Demokrat), Teguh Juwarno (F-PAN), Dwi Ria Latifa (F-PDIP), Saniatul Lativa (F-Golkar), Jalaluddin Rakhmat (F-PDI-P), Dwi Aroem Hadiatie (F-Partai Golkar), Siti Masrifah (F-PKB), Amelia Anggraini (F-Nasdem), Kartika Yudhisti (F-PPP), Roy Suryo (F-Demokrat), Timbul Manurung (F-Hanura) , dan Ahmad Yohan (F-PAN).
“Asia Tenggara, saat ini, terus berkembang sebagai kawasan yang menjadi mesin pendorong ekonomi global."
"Meskipun demikian, ASEAN harus memastikan bahwa pembangunan yang sedang berlangsung ditopang fondasi yang kokoh."
"Belum tuntasnya krisis Rohingya di Myanmar, sebagai contoh, menandakan ASEAN belum bebas dari problem cukup mendasar."
"Masalah-masalah seperti ini perlu perhatian dan tak bisa diabaikan oleh forum parlemen seperti AIPA."
"Menciptakan Sustainable Community akan mustahil bisa dibangun jika AIPA lemah dalam memperhatikan permasalahan kemanusiaan yang masih terjadi di kawasannya sendiri," katanya.
• Penipu yang Mencatut Wartawan TM yang Menggasak Harta Korban Tertangkap Ternyata Sopir Taksi Online
Menurut Fadli Zon, paradigma pembangunan masyarakat berkelanjutan juga tak bisa dipandang semata-mata melalui pendekatan ekonomi.
Paradigma tersebut telah menuntut kita untuk memikirkan kepentingan generasi mendatang secara serius dari berbagai pendekatan.
Termasuk, pendekatan kemanusiaan yang menjamin keberlangsungan hidup jutaan masyarakat Rohingya yang masih tinggal di wilayah pengungsian.
• Alasan Denyut Jantung yang Berdebar Tidak Beraturan Jangan Dianggap Remeh dan Jangan Diabaikan
Dalam kerangka itu, kata Fadli Zon, respon AIPA sebagai forum parlemen tertinggi ASEAN terhadap krisis Rohingya, menjadi urgen untuk diperdebatkan.
“Delegasi parlemen Indonesia mendesak agar AIPA berani memperhatikan krisis Rohignya secara serius."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fadli-zon-dalam-sebu.jpg)