Sabtu, 25 April 2026

Sejarah

Kapal Perang Belanda Terjebak Ranjau Dan Ditabrak Rakit Api di Perairan Sumatera Selatan

Kapal Perang Belanda Terjebak Ranjau Dan Ditabrak Rakit Api di Perairan Sumatera Selatan.

Penulis: Feryanto Hadi |

BERDASARKAN konvensi London 1814, daerah jajahan Belanda yang dikuasai oleh Inggris harus dikembalikan kepada Belanda.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Belanda untuk menguasai daerah-daerah di Nusantara yang sebelumnya menjadi jajahan Inggris, khususnya di daerah Sumatera.

Benar saja. Pada bulan April 1818, Muntinghe tiba di Palembang mengambil alih kekuasaan, mengangkat kembali Sultan Mahmud Badaruddin II, kemudian ia berangkat ke pedalaman dengan tujuan untuk memadamkan perlawanan rakyat terutama di Muara Rawas.

VIDEO: Viral Jenazah Bocah Digotong Jalan Kaki Karena tak Dilayani Ambulan, Neneknya Bilang Begini

Belanda menuduh Sultan Mahmud Badaruddin II menghasut rakyat.

Muntinghe menuntut agar putra mahkota (Pangeran Ratu) dibawa ke Batavia sebagai jaminan.

Sultan Mahmud Badaruddin II menolak tuntutan tersebut.

Hal ini, tentu saja, membuat pihak Belanda marah. Ketegangan pun terjadi. Pada tanggal 4 Juni 1819, Belanda mendatangkan bala bantuan dari Batavia, untuk memperkuat angkatan perangnya.

Merasa berada dalam ancaman, Sultan memerintahkan agar memperkuat semua benteng pertahanan di kota Hulu, kota hilir dan benteng di belakang istana.

Dijaga ‘Bajak laut’, Sungai Topace’do di Sulawesi Selatan Sulit Ditembus

Seluruh rakyat diperintahkan untuk siap menghadapi Belanda.

Pertempuran besar yang sudah diprediksi sebelumnya, akhirnya benar-benar terjadi. Bala bantuan Belanda sudah datang dan bersiap menguasai benteng Palembang.

Pada tanggal 12 Juni 1819, tiga orang pengawal keraton tertembak oleh Belanda.

Sejak itu, pecahlah pertempuran antara rakyat Palembang dengan Belanda, yang dipimpin oleh Sultan mahmud Badaruddin II.

Belanda menembaki benteng Palembang dari kapal perang Eendracht Van Ajax.

Para prajurit pun membalas serangan itu. Pertempuran sengit terjadi.

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bakal Lantik Anggota DPRD DKI Jakarta Terpilih

Sementara itu, kapal perang Belanda Oranje Nassau terkena tembakan meriam lalu terjebak ranjau yang dibuat oleh rakyat Palembang, kemudian ditabrak dengan rakit api sehingga terbakar dan tenggelam.

Akhirnya, pasukan Belanda mengundurkan diri ke Batavia

Kisah ini dijelaskan dalam sebuah diorama di Museum Keprajuritan Indonesia, di Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Warta Kota mengunjungi museum itu beberapa waktu lalu

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved