Sejarah

Kapal Perang Belanda Terjebak Ranjau Dan Ditabrak Rakit Api di Perairan Sumatera Selatan

Kapal Perang Belanda Terjebak Ranjau Dan Ditabrak Rakit Api di Perairan Sumatera Selatan.

BERDASARKAN konvensi London 1814, daerah jajahan Belanda yang dikuasai oleh Inggris harus dikembalikan kepada Belanda.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Belanda untuk menguasai daerah-daerah di Nusantara yang sebelumnya menjadi jajahan Inggris, khususnya di daerah Sumatera.

Benar saja. Pada bulan April 1818, Muntinghe tiba di Palembang mengambil alih kekuasaan, mengangkat kembali Sultan Mahmud Badaruddin II, kemudian ia berangkat ke pedalaman dengan tujuan untuk memadamkan perlawanan rakyat terutama di Muara Rawas.

VIDEO: Viral Jenazah Bocah Digotong Jalan Kaki Karena tak Dilayani Ambulan, Neneknya Bilang Begini

Belanda menuduh Sultan Mahmud Badaruddin II menghasut rakyat.

Muntinghe menuntut agar putra mahkota (Pangeran Ratu) dibawa ke Batavia sebagai jaminan.

Sultan Mahmud Badaruddin II menolak tuntutan tersebut.

Hal ini, tentu saja, membuat pihak Belanda marah. Ketegangan pun terjadi. Pada tanggal 4 Juni 1819, Belanda mendatangkan bala bantuan dari Batavia, untuk memperkuat angkatan perangnya.

Merasa berada dalam ancaman, Sultan memerintahkan agar memperkuat semua benteng pertahanan di kota Hulu, kota hilir dan benteng di belakang istana.

Dijaga ‘Bajak laut’, Sungai Topace’do di Sulawesi Selatan Sulit Ditembus

Seluruh rakyat diperintahkan untuk siap menghadapi Belanda.

Pertempuran besar yang sudah diprediksi sebelumnya, akhirnya benar-benar terjadi. Bala bantuan Belanda sudah datang dan bersiap menguasai benteng Palembang.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved