250 Pendonor Darah Terima Penghargaan dari Palang Merah Indonesia
Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan penghargaan kepada 250 pendonor yang sudah 75 kali mendonorkan darahnya.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Agus Himawan
Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan penghargaan kepada 250 pendonor yang sudah 75 kali mendonorkan darahnya.
Dengan adanya donor darah tersebut, salah satu survivor kanker usus pun merasa terbantu. “Saya survivor kanker usus. Sejak 2018 jadi penerima donor darah. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Jangan bosan, jangan merasa terpaksa. Karena memang darah yang didonorkan sangat berguna bagi kami sebagai penerima,” kata Heni (48), di Aula PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.
Heni yang warga Bekasi mengaku bahwa penyakit kanker yang dideritanya menyebabkan hemoglobin atau hb turun. Selain itu juga, setelah melakukan operasi maupun kemoterapi yang dijalaninya, menyebabkan HB-nya turun.
• Kezillaz Ranch Sajikan Hiburan Kuda Lucu Dan Menarik Di Taman Impian Jaya Ancol
• Sopir Angkot Penganiaya Mantan Kapolsek Pancoran Mas Depok Kini Masih Diburu Polisi
• Nobar Film Pendek dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-74, Pesan-pesan Film Lebih Diutamakan
“Karena itu kami selalu bergantung dengan pendonor darah. Untuk menyelesaikan siklus kemoterapi. Karena kalau tidak kami selesaikan, kanker itu bisa menyebar ke mana-mana,” katanya.
Sementara, Rahmat Hidayat, warga Koja, Jakarta Utara, dinobatkan sebagai pendonor darah ke 75 kali dengan usia termuda yaitu 25 tahun.
Sementara, Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Ali Reza, mengatakan, keberhasilan PMI DKI menyiapkan darah yang aman dan berkualitas bagi ratusan masyarakat tidak terlepas dari peran serta para pendonor.
“Kami bangga dengan para pendonor yang secara sukarela telah menyumbangkan darahnya sebanyak 75 kali. Hal ini merupakan proses panjang yang memerlukan niat dan disiplin yang kuat untuk membantu sesama,” kata Reza, Sabtu (24/8/2019).
• Gelar Gerakan Sadar Bahaya Plastik di GOR, Pihak Alfamat Ingin Seruannya Dilihat Banyak Orang
• Sikap Keberagaman Masyarakat Indonesia Dipengaruhi Tradisi Keilmuan Pesantren dan Madrasah
• Ini Yang Dilakukan Duo Semangka Setelah Dibully Netizen
Kebutuhan darah di Jakarta sendiri, lanjut Reza, mencapai 800 sampai 1.000 kantor per hari. “PMI DKI akan berusaha secara maksimal untuk mengadakan rekrutmen dimana pada tahun 2019 ini kami menargetkan memperoleh 350.000 kantong darah,” katanya.
Sedangkan, Kepala Biro Kesejahteraan Sosial DKI Jakarta, Zainal, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini, merupakan wujud nyata dari sebuah pengorbanan yang tidak sia-sia.
Dimana darah yang secara sukarela disumbangkan telah menyelamatkan jiwa banyak orang. Zainal menjelaskan, dari 250 pendonor darah sukarela yang memperoleh penghargaan, sebanyak 238 orang terdiri dari laki-laki dan 12 lainnya wanita. “Yang tertua berusia 70 tahun dengan golongan darah O dan termuda berusia 25 tahun, juga dengan golongan dari O,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penghargaan-kepada-pendonor-darah-oleh-pmi.jpg)