Berita Jakarta

KLKH Akui Tanggung Jawab Produsen Terkait Sampah Plastik Masih Rendah

Kalau semua orang memilah sampah di rumah itu bisa dijadikan kekuatan kita. Kuncinya perubahan perilaku dan gerakan memilah dari individu

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Desy Selviany
Konferensi Pers "Yuk Mulai Bijak Plastik" dari Rinso pada Rabu (21/8/2019) di kawasan KLKH, Jakarta. Direktur Pengelolaan Sampah KLKH Novrizal Tahar paling kanan 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) mengakui jika tingkat kesadaran produsen di Indonesia masih rendah soal kebijakan pengelolaan sampah plastik.

Pemerintah berjanji akan membuat regulasi yang lebih tegas lagi terkait tanggung jawab produsen dalam mengelola kembali sampah plastiknya.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar dalam konferensi pers "Yuk Mulai Bijak Plastik" yang diadakan Rinso pada Rabu (21/8/2019).

Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Bersihkan Sampah Plastik Di Sungai Pesanggrahan

Dalam hal pengelolaan sampah plastik KLKH mengapresiasi Rinso yang mau aktif dalam kampanye bijak penggunaan sampah plastik yang akan diselenggarakan 21 September 2019 nanti.

Selain itu KLKH juga mengapresiasi langkah Rinso dalam menekan penggunaan sampah plastik dengan pengurangan 13 persen plastik di dalam produk kemasannya dan penggunaan produk botol daur ulang.

Tahun 2025, Unilever Indonesia Pastikan 100 Persen Kemasan Plastiknya Bisa Jadi Kompos

Novrizal mengakui jika kesadaran produsen-produsen dalam negeri dalam pertanggung jawaban akan produk yang menghasilkan sampah plastik masih rendah.

"Sampai sekarang pengelolaan sampah yang benar baru 32 persen," kata Novrizal.

Hal tersebut jelasnya tidak lepas dari masih rendahnya kolekting sampah di Indonesia.

Misalnya saja kata Novrizal, Indonesia justru masih mengimpor bahan baku sampah untuk diolah kembali menjadi produk kemasan.

Hal tersebut tidak lain karena bahan baku sampah di Indonesia nyatanya masih amat mahal.

Berdasarkan hasil investigasi KLKH kata Novrizal mahalnya bahan baku sampah tidak terlepas dari panjangnya proses kolekting sampah di Indonesia.

"Panjang sekali prosesnya dari pemulung, pengepul kecil, pengepul besar, jadi harganya mahal," kata Novrizal.

Maka dari itu KLKH jelas Novrizal akan mendorong upaya kampanye dan mendidik warga untuk memilah sampahnya sendiri.

"Kalau semua orang memilah sampah di rumah itu bisa dijadikan kekuatan kita. Kuncinya perubahan perilaku dan gerakan memilah dari individu," jelas Novrizal.

Selain itu ia juga berjanji akan mendorong produsen untuk mengelola hasil produknya yang telah menjadi sampah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved