Kamis, 9 April 2026

Berita Video

VIDEO: Posko Ormas di Bougenvile Bekasi Belum Kena Gusur Pemkot

Padahal, puluhan rumah yang awalnya berdiri di samping tiga bangunan itu sudah rata dengan tanah setelah digusur Pemerintah Kota Bekasi

Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Ada rumah milik organisasi masyarakat (ormas), proses penggusuran puluhan rumah di Jalan Bougenville Raya RT 001, RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, terhenti, Kamis (25/7/2019) sore. 

Tiga bangunan masih berdiri tegak di Jalan Bougenville Raya, Jakasampurna, Bekasi.

Padahal, puluhan rumah yang awalnya berdiri di samping tiga bangunan itu sudah rata dengan tanah setelah digusur Pemerintah Kota Bekasi pada 25 Juli 2019 lalu.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com pada Selasa (20/8/2019), tiga rumah yang dua di antaranya berspanduk ormas tampak beraktivitas seperti biasa.

Bangunan paling ujung yang dindingnya dicat dominan biru, sekaligus bangunan paling luas, tampak terparkir beberapa mobil berlogo ormas loreng jingga.

Salah satu mobil berlogo ormas itu berpelat merah.

Salah seorang warga korban gusuran yang kini berjualan di Jalan Bougenville Raya mempertanyakan keadaan itu. Ia curiga ada praktik curang di balik tindakan diskriminatif Pemkot Bekasi itu.

"Enggak tahu pemerintah mau (gusur) apa emggak. Pertanyannya, kok ada pelat merah berlogo ormas itu, pelat B? Kalo mobil biasa enggak masalah. Ini kan gambarnya ormas mencolok banget," kata pria paruh baya yang takut menyebutkan namanya itu saat dijumpai Kompas.com, Selasa siang.

VIDEO: Andika Babang Tamvan Tak Segan Laporkan Pamela Duo Serigala ke Polisi

"Lihat saja nanti, bakal repot nih. Mungkin ada yang main apa gimana enggak tahu juga," tambahnya.

Warga lain, Ricky Pakpahan, juga sependapat. Dia curiga, Pemerintah Kota Bekasi tak akan menggusur tiga bangunan itu, setidaknya dalam waktu dekat.

Pasalnya, tak tampak sama sekali sikap was-was dari penghuninya, seperti memindahkan isi rumah untuk mengantisipasi perintah penggusuran yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Lihat saja kayak enggak ada kejadian apa-apa, tenang-tenang saja, enggak ada jaga-jaga," ujar Ricky kepada Kompas.com, Selasa.

"Spanduk masih ada, mobil masuk begitu saja. Kayak biasa, enggak ada takutnya (mengantisipasi) kejadian apa-apa. Santai saja. Semua orang menanyakan sih, kok itu enggak digusur-gusur?" ia menjelaskan.

Menurut Ricky yang kini mengontrak rumah tak jauh dari Jalan Bougenville Raya, warga kerap mempertanyakan tindakan diskriminatif itu.

Apalagi, di lahan bekas tempat tinggal mereka yang sudah digusur, puing-puing tak dibereskan sama sekali.

Warga sampai berpikir untuk membangun ulang tempat tinggal mereka di lahan tersebut secara semipermanen, ujar Ricky. Langkah itu sebagai bentuk

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved