Sabtu, 9 Mei 2026

Pemerintahan Jokowi

Ekonom Senior Ingatkan Jokowi Tidak Kena Sindrom SBY di Periode Ke-2, Ko Seperti Baru Jadi Presiden

Ekonom senior berharap di periode ke-2 Presiden Jokowi tidak membiarkan Kementeriannya terlepas tanpa konsolidasi.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Suprapto

Ekonom senior berharap di periode ke-2 Presiden Jokowi tidak membiarkan Kementeriannya terlepas tanpa konsolidasi.

Ekonom senior Faisal Basri mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak terkena sindrom SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono saat menjabat di pemerintahan periode ke-2.

Pernyataan Faisal Basri ini menanggapi pidato pertanggungjawaban APBN Presiden Jokowi dan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Menurut saya periode ke-2 ini Pak Jokowi jangan sampai kena sindrom Pak SBY. Pak SBY itu tidak memanfaatkan momen pemerintahan ke-2nya,” kata Faisal dalam acara Sapa Indonesia Malam, pada Jumat (16/8/2019).

Menurut Faisal Basri, di periode ke-2 pemerintahan SBY tampak terlihat jelas tidak adanya konsolidasi yang kuat dari presien dalam pemerintahannya.

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Minggu 18 Agustus 2019

Setelah Bunuh Vera Oktaria, Prada DP Berhubungan Badan dengan Serli 4 Kali Selama Sembunyi

HUT Kemerdekaan RI, Istri Panglima Teroris di Poso Menolak Tunduk Kepada NKRI

Sehingga hal tersebut membuat Kementerian-kementerian berjalan sendiri-sendiri dalam menerapkan kebijakan. 

“Makin tidak disipilin, Menteri-menteri jalan sendiri, BBM dibiarkan disubsidi hingga Rp 300 triliun,” kata Faisal Basri.

Oleh karenanya kata Faisal Basri, konsolidasi harus menjadi perhatian penting bagi pemerintahan Jokowi di periode ke 2.

Faisal Basri juga mengkritik soal pidato Presiden di Gedung DPR RI Jumat kemarin.

Pasalnya, kata Faisal, pidato tersebut malah memperlihatkan jika di periode pertama tidak ada hal kuat yang dilakukan Presiden Jokowi untuk memperbaiki kondisi Indonesia.

“Inget loh Pak Jokowi ini bukan Presiden baru, kalau pidato itu seolah-olah Pak Jokowi belum pernah jadi Presiden, pertanyaannya kenapa gak dia lakuin dari dulu ya,” kata Faisal.

Misalnya saja kata Faisal ketika Presiden Jokowi mengeluhkan soal easy doing business Indonesia.

“Kok kenapa gak dia lakukan dari dulu-dulu,” kritik pengajar di Universitas Indonesia itu.

Menurut Faisal, pemerintahan Presiden Jokowi di periode pertama hampir sama dengan pemerintahan SBY di periode ke-2.

Dimana semua Kementerian berjalan sendiri-sendiri dalam menerapkan kebijakan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved