Anies Baswedan Pastikan Penurunan APBD Perubahan Tidak Berdampak pada Program DKI

Anies Baswedan Pastikan Penurunan APBD Perubahan Tidak Berdampak pada Program DKI

Anies Baswedan Pastikan Penurunan APBD Perubahan Tidak Berdampak pada Program DKI
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan pemasangan signane dan wayfinding di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta meleset dalam memproyeksikan nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Akibatnya, nilai APBD-Perubahan 2019 yang disepakati antara eksekutif dan legislatif menurun sekitar Rp 2,5 triliun.

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pengurangan anggaran pada perubahan itu disebabkan oleh hitungan SILPA 2018 yang diprediksi Rp 12 triliun menjadi Rp 9,5 triliun. Angka ini diperoleh setelah pemerintah kembali melakukan audit terhadap anggaran tersebut.

Live Streaming SCTV Liverpool vs Chelsea di Piala Super Eropa 2019, Main Kamis Ini Pukul 02.00 WIB

Ini Foto dan Video Hujan Meteor Perseid yang Luar Biasa Indah

 “Ini tren baru, di mana SILPA pemerintah makin tahun makin berkurang. Semakin SILPA pemerintah berkurang, maka ruang pada penambahan perubahan (APBD-P) juga berkurang,” kata Anies di gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (14/8/2019). 

Anies memastikan, penurunan anggaran tidak akan berdampak pada implementasi program-program prioritas Pemprov DKI Jakarta.

Anies berharap perencanaan anggaran ke depan harus lebih baik agar penyerapan anggaran Pemprov DKI Jakarta semakin baik.

“Artinya penyerapan anggaran juga semakin bagus, sehingga SILPA semakin sedikit,” imbuhnya.

Aliando, Adipati Dolken, dan Randy Jadi Dono, Kasino, dan Indro di Versi Baru Warkop DKI

Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta menyepakati nilai APBD Perubahan 2019 menjadi Rp 86,9 triliun. Angka ini turun dari nilai APBD murni 2019 menjadi Rp 89 triliun.

Meski nilainya turun, namun Anies memastikan pelaksanaan kegiatan Formula E di Jakart pada 2020 tetap terlaksana.

Pemerintah DKI telah menyiapkan dana sekitar 20 juta poundsterling atau setara Rp 346,6 miliar untuk ajang olahraga yang menggunakan mobil listrik tersebut.

Anies yakin, pelaksanaan kegiatan ini justru berimplikasi pada roda perekonomian Indonesia khususnya DKI.

Berdasarkan kajian sementara, diprediksi pergerakan perekonomian pada ajang itu bisa mencapai Rp 1,2 triliun.

“Itu yang langsung terasa di Jakarta, karena itu, saat saya lapor ke Presiden emang merespon bahwa event ini menguntungkan Jakarta, apalagi bisa mendapat ekspos dari dunia,” ungkapnya. 

Proyek 3 Flyover di DKI Jakarta akan Dibangun Tahun 2020

Alur KUA-PPAS APBD Perubahan 2019 turun

  • Awal pengajuan Rp 89 triliun
  • Masuk ke pembahasan Badan Anggaran turun menjadi Rp 2,5 triliun
  • Nilai terbaru APBD Perubahan Rp 86 triliun
  • Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 50,481
  • PAD turun Rp 145.452 miliar
  • Belanja tidak langsung (BTL) Rp 33.106 triliun
  • BTL diturunkan Rp 1,403 triliun
  • Belanja langsung (BL) Rp 44.436 triliun
  • BL diturunkan Rp 1,955 triliun
  • BL dan BTL defisit Rp 3,216 triliun

Penyertaan Modal untuk BUMD DKI

  • PT MRT Rp 4.413 triliun
  • PT Jakpro Rp 1,2 triliun
  • Pembangunan Sarana Jaya Rp 800 miliar
  • PD PAM Jaya Rp 385 miliar
  • Pemberian pinjaman daerah Rp 350 miliar
  • Pembayaran utang pokok Rp 33 miliar
  • Jumlah Rp 8.986 triliun
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved