Berita Bekasi

Pemkot Bekasi Bakal Gandeng Investor Asing untuk Kelola Sampah Menjadi Listrik

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengaku saat ini beberapa investor asing yang tertarik melakukan kerjasama terkait pengelolaan sampah.

Pemkot Bekasi Bakal Gandeng Investor Asing untuk Kelola Sampah Menjadi Listrik
Warta Kota/Muhamad Azzam
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. 

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku saat ini beberapa investor asing yang tertarik melakukan kerjasama terkait pengelolaan sampah.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuka peluang untuk investor asing melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Adapun PLTSa ini berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Ia menjelaskan nantinya investor asing ini akan masuk dan mulai bekerja membangun PLTSa memproses sampah menjadi listrik.

Sementara PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) yang sudah lebih dulu menjalin kerja sama dan telah membangun PLTSa di Sumur Batu tetap akan berlanjut sebagai perusahaa pengelolaan sampah dalam jumlah yang besar.

 Daftar Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Amin Beredar Lagi, Ada Nama Fadli Zon!

 Jarang Terekspos, Iniah Foto Calon Mertua Kaesang Ibunda Felicia Tissue yang Punya Tampilan Modis

 BIN TURUN Tangan Kasus Enzo Zenz Allie, Ungkap Fakta Ada Aparat Berpaham Radikalisme di Aceh

 Nunung Tetap Berkurban Sapi dan Kambing meski Ditahan karena Narkoba

"Jadi nanti PT NWA tetap memproduksi dalam jumlah kapasitas besar, tapi nanti ada investor yang masuk mengelola sampah dalam skala kecil, kemarin sudah ada dari Korea, kemudian dari Jepang," ujar Tri Adhianto di Kantor Pemkot Bekasi, Senin (12/8/2019).

Menurutnya kemungkinan kerja sama dengan investor asing dalam pengelolaan sampah sangat terbuka, karena dinilai sangat positif.

"Kami juga dalam waktu dekat bekerja sama dengan Jerman terkait pembersihan sampah yang ada di sungai, tinggal Mou-nya seperti apa diproses supaya ada kejelasan," kata Tri.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkot Bekasi membuka peluang untuk mengelola sampah jadi listrik yang berkapasitas 1,5 megawatt atau setara dengan 120 ton sampah perhari.

 KISAH Baim Wong Bangun Rumah dari Kayu dan Daun di Pulau Terpencil, Buktikan Tantangan Warganet

 Takut Dijual Suami, Simak Isi Surat Ibu Kandung yang Ikhlas Selamatkan Bayinya dengan Cara Dibuang

"Sementara sampah kita kan ada1500 ton perhari, jadi enggak apa-apa NWA tetap kita adopsi, tetapi kita juga memiliki satu kesempatan untuk mengundang investor yang lain dalam rangka untuk membuat kapasitas pengolahan sampah mejadi liatrik yang lebih besar," kata Tri. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved