Berita Video
VIDEO: Bakmi Hijau Gocit dari Bayam Buatan Sendiri
Bakmi Hijau sendiri merupakan satu-satunya sajian menu yang beda dari menu bakmi lainnya yang ditawarkan Bakmi Gocit.
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Menyajikan ragam mie dengan aneka macam toping menjadi andalan Bakmi Gocit dalam meramaikan kuliner tanah air.
Tak sekedar mie berbentuk kecil dan tipis, di restoran yang telah berdiri pada 1983 ini juga menghadirkan mie lebar dan juga mie hijau.
Bakmi Hijau sendiri merupakan satu-satunya sajian menu yang beda dari menu bakmi lainnya yang ditawarkan Bakmi Gocit.
“Bakmi Hijau Gocit bahan dasarnya dari bayam, jadi warna hijaunya memang murni dari bayam, kami juga ada mie lebar dan semua mie kami di produksi sendiri di pabrik kami,” ujar Deborah Devyani selaku Marketing Communication Manager Bakmi Gocit kepada Warta Kota di outlet Bakmi Gocit, store Food Hall, Lantai GF, Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (23/7).
Beberapa menu andalan Bakmi GOCIT diantaranya adalah Bakmi Spesial, Bakmi Hotplate, Bakmi Hijau, Bakmi Yamin Spicy.
Para pecinta kuliner juga dapat memilih sendiri bahan dasar Bakmi sesuai selera, seperti bakmi kecil, bakmi lebar, bakmi hijau, Locupan atau yang lainnya.
• VIDEO: Polisi Ungkap Penipuan Emas Sepuhan Digadaikan
Untuk topping, banyak pilihan yang bisa Anda jadikan sebagai pelengkap sajian seperti Ayam jamur, Pak Cham Kee (ayam kampung), Kepiting, Babat, Bakso, Suikiau dan pangsit.
Saya pun lantas memesan mie yang memang menjadi salah satu menu andalan Bakmi Gocit. Dalam menunya, Bakmi Hijau hanya tersaji dengan topping Ayam Jamur yang diolah dengan bumbu kecap dan bahan tambahan lainnya seperti pada toping mie ayam kebanyakan.
• VIDEO: Grand Indonesia Gelar Fashion Show Busana Berbahan Ramah Lingkungan
Tambahan Kepiting dan Suikiau menjadi pilihan saya, Kepiting yang telah diambil isinya dan ditaburi di atas mie serta Suikiau yang merupakan pangsit rebus berisikan ayam dan udang melengkapi makan besar saya saat berada di Bakmi Gocit Lippo Mall Puri.
Tak hanya bakmi yang mengisi deretan daftar menu, beragam menu pelengkap lainnya bisa Anda pilih seperti Nasi Capcay, Nasi Goreng Hotplate, Ifuemi, dan lainnya.
“Sembari menunggu pesanan menu utama datang, konsumen juga bisa memesan Bakso Goreng untuk mengisi waktu, Bakso Goreng Bakmi Gocit berisikan ayam yang sudah diolah,” tutur Devyani.
• VIDEO: Catat, DMasiv Gelar Konser #LOVECONCERT di Tennis Indoor Senayan 6 September
Tidak hanya bakmi saja, Bakmi Gocit juga menawarkan pilihan kuliner lainnya seperti Bakso Goreng, pangsit goreng, Tahu Bakso, Nasi Ayam Kremes, Nasi goreng Hotplate, Ayam saos inggris, Sapo tahu ayam dan Seafood.
Ada juga Fuyung Hay Kepiting, Ifumie ayam dan Seafood. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 15.000 sampai dengan Rp. 35.000 untuk makanan dan Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 20.000 untuk minuman.
“Untuk minuman memang kami tidak terlalu fokus menghadirkan ragam minuman, tapi ada satu minuman beroda sarsaparila yang merupakan minuman jadul yang mungkin sekarang ini sudah sulit ditemukan,” kata Devyani.
Ada juga minuman berupa susu kedelai, dengan penyajian gula terpisah, Anda bisa dengan sendiri mengatur kadar manis yang diinginkan pada minuman Anda.
Saat ini Bakmi Gocit memiliki 9 outlet di Jakarta yakni di Muara Karang, Greenbay Pluit, Mall of Indonesia, Mal Kelapa Gading, Sunter, AEON Mall BSD, Apartment Mediterania Tanjung duren, Lippo Mall Puri, Gandaria City.
“Kami juga sudah ada dua outlet di Bali yakni di Trans Studio Mall Bali dan di Jalan Merdeka no. 11 Bali,” kata Devyani.
Dengan konsep open kitchen atau dapur terbuka, Anda bisa secara langsung melihat sendiri bagaimana proses penyajian menu pesanan Anda.
Ada dua area yang disiapkan Bakmi Gocit secara khusus untuk para konsumennya dalam menambahkan kondimen agar pesanan sesuai dengan selera Anda.
Area tersebut adalah tempat diletakkannya wadah toples ukuran besar berisikan pangsit goreng yang telah dipotong kecil berbentuk dadu.
Sedangkan satu area lagi ditempati oleh daun bawang, seledri, dan ragam saus. Kesemuanya bisa Anda ambil sesuka hati tanpa dikenakan biaya tambahan.
Berawal Dari Kaki Lima Dengan Restu Orang Tua
Bakmi Gocit dimulai pada tahun 1983 yang diawali dari bisnis dibidang kuliner menggunakan gerobak dorong hingga kaki lima di Taman Tirta Loka Pluit yang saat ini berganti nama menjadi Pluit Village.
Seiring perkembangan jaman yang modern, pada tahun 2012, Bakmi Gocit menutup konsep kuliner kaki lima dan mulai merambah usaha kuliner ke Ruko hingga ritel (Mall).
Dikatakan Devyana, sang pendiri Bakmi Gocit, Budi, meyakini bahwa meminta restu dari orang tua sangat penting dilakukan sebelum memulai usaha, maka penamaan bakmi GOCIT berasal dari orang tua pendiri.
Orang tua Budi pun meyakini, angka 57 mewakili kebaikan dan keberuntungan yang tidak pernah berakhir.
Sama seperti semua orang tua lainnya yang ingin anak-anaknya selalu berhasil dan baik saat memulai usaha hingga kedepannya.
“Dalam terjemahan Bahasa Hokkian, GO CIT memiliki arti 57, itu kenapa akhirnya usaha ini dinamakan Bakmi Gocit,” papar Devyani.
Devyana mengatakan, sebelum mendirikan Bakmi Gocit, Budi diketahui telah lama berkeinginan memiliki bisnis dibidang kuliner.
“Latar belakang pendiri memang sekolah masak dan juga hobi masak, kebetulan juga suka dengan bakmi, maka dari itu saat mendirikan usaha, dipilihlah bakmi,” tutur Devyani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bakmi-hijau-gocit.jpg)