Jumat, 22 Mei 2026

Berita Video

VIDEO: Bakmi Hijau Gocit dari Bayam Buatan Sendiri

Bakmi Hijau sendiri merupakan satu-satunya sajian menu yang beda dari menu bakmi lainnya yang ditawarkan Bakmi Gocit.

Tayang:
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Bakmi Hijau Gocit 

Saat ini Bakmi Gocit memiliki 9 outlet di Jakarta yakni di Muara Karang, Greenbay Pluit, Mall of Indonesia, Mal Kelapa Gading, Sunter, AEON Mall BSD, Apartment Mediterania Tanjung duren, Lippo Mall Puri, Gandaria City.

“Kami juga sudah ada dua outlet di Bali yakni di Trans Studio Mall Bali dan di Jalan Merdeka no. 11 Bali,” kata Devyani.

Dengan konsep open kitchen atau dapur terbuka, Anda bisa secara langsung melihat sendiri bagaimana proses penyajian menu pesanan Anda.

Ada dua area yang disiapkan Bakmi Gocit secara khusus untuk para konsumennya dalam menambahkan kondimen agar pesanan sesuai dengan selera Anda.

Area tersebut adalah tempat diletakkannya wadah toples ukuran besar berisikan pangsit goreng yang telah dipotong kecil berbentuk dadu.

Sedangkan satu area lagi ditempati oleh daun bawang, seledri, dan ragam saus. Kesemuanya bisa Anda ambil sesuka hati tanpa dikenakan biaya tambahan.

 
Berawal Dari Kaki Lima Dengan Restu Orang Tua

Bakmi Gocit dimulai pada tahun 1983 yang diawali dari bisnis dibidang kuliner menggunakan gerobak dorong hingga kaki lima di Taman Tirta Loka Pluit yang saat ini berganti nama menjadi Pluit Village.

Seiring perkembangan jaman yang modern, pada tahun 2012, Bakmi Gocit menutup konsep kuliner kaki lima dan mulai merambah usaha kuliner ke Ruko hingga ritel (Mall).

Dikatakan Devyana, sang pendiri Bakmi Gocit, Budi, meyakini bahwa meminta restu dari orang tua sangat penting dilakukan sebelum memulai usaha, maka penamaan bakmi GOCIT berasal dari orang tua pendiri.

Orang tua Budi pun meyakini, angka 57 mewakili kebaikan dan keberuntungan yang tidak pernah berakhir.

Sama seperti semua orang tua lainnya yang ingin anak-anaknya selalu berhasil dan baik saat memulai usaha hingga kedepannya.

“Dalam terjemahan Bahasa Hokkian, GO CIT memiliki arti 57, itu kenapa akhirnya usaha ini dinamakan Bakmi Gocit,” papar Devyani.

Devyana mengatakan, sebelum mendirikan Bakmi Gocit, Budi diketahui telah lama berkeinginan memiliki bisnis dibidang kuliner.

“Latar belakang pendiri memang sekolah masak dan juga hobi masak, kebetulan juga suka dengan bakmi, maka dari itu saat mendirikan usaha, dipilihlah bakmi,” tutur Devyani.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved