Kamis, 7 Mei 2026

Listrik Padam

Saat Listrik Padam, Putra Bungsu Widi Mulia Kecelakaan Ringan di Stasiun MRT

Mati listrik Minggu lalu ternyata menjadi satu cerita bagi keluarga Dwi Sasono. Anak dan istrinya sempat terjebak di stasiun MRT.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Instagram @thesasonofam
Putra Widi AB Three sempat cidera karena mati listrik hari Minggu lalu 

Sesuai desain awal, MRT Jakarta juga memiliki sistem pembangkit cadangan (generator set/genset) yang hanya memberikan pasokan listrik untuk kebutuhan keselamatan dan evakuasi di fasilitas stasiun dan di terowongan.

 Terungkap, Kehilangan Ribuan Penumpang saat Listrik Padam, MRT Jakarta Rugi Rp 507 Juta

 Tak Ada Penumpang Cedera Saat Evakuasi 4 Rangkaian Kereta MRT Jakarta yang Terhenti di Bawah Tanah

"Kapasitas back up power MRT Jakarta tersebut sudah cukup, dan berfungsi dengan baik pada saat pasokan listrik terputus, oleh karenanya evakuasi dapat dilakukan dengan aman," jelasnya.

Desain pasokan listrik MRT Jakarta ini, lanjutnya, sejalan dengan sistem kelistrikan MRT di berbagai negara lain.

Sebagai contoh, hal serupa terjadi di New York Subway pada bulan Juli lalu, di mana pemadaman listrik terjadi selama lima jam, dan kendala pasokan listrik itu sempat melumpuhkan sepertiga dari rute New York Subway.

Akibatnya, penumpang tertahan di bawah tanah selama 75 menit sebelum berhasil dievakuasi.

"Sistem operasi kereta MRT Jakarta menggunakan persinyalan CBTC (Communication Based Train Control) yang menganut tingkat standar keselamatan tinggi. Seperti halnya sistem persinyalan yang digunakan di Delhi Metro dan Beijing Subway Line 15," katanya.

Sistem ATO (Automatic Train Operation) itu mengharuskan kereta melakukan emergency break (pengereman darurat) ketika terjadi power off (terputusnya pasokan listrik).

Hal ini bertujuan untuk memitigasi potensi bencana yang kemungkinan terjadi di jalur depan kereta.

 Pelayanan Berlangsung Normal, Bandara Soetta Pakai 17 Genset Atasi Listrik Padam

 Tujuh Kebakaran dan Pasokan Air Turun 70 Persen Warnai Listrik Padam di Jakarta

Pengereman darurat dan evakuasi merupakan cara terbaik yang dilakukan untuk menghadapi kejadian ini.

"Skema evakuasi yang dilakukan (sebagaimana penjelasan infografis di bawah ini) menggambarkan pada saat kejadian terputusnya pasokan listrik (4 Agustus) terdapat tujuh rangkaian kereta MRT Jakarta yang sedang beroperasi," jelasnya.

Tiga rangkaian kereta berada di jalur bawah tanah yaitu Ratangga 0511 yang sedang berhenti di Stasiun Bundaran HI. Ratangga 0411 dan Ratangga 0610 terhenti di antara Stasiun Istora Mandiri dan Stasiun Bendungan Hilir.

Penumpang di Ratangga 0411 (berjarak + 20 meter dari stasiun) dan Ratangga 0610 (berjarak + 100 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Bendungan Hilir.

Sedangkan empat rangkaian lainnya berada di jalur layang yaitu Ratangga 0709 dan Ratangga 0906 sedang berada di Stasiun Blok A.

Ratangga 0807 dan Ratangga 1004 yang terhenti di antara stasiun Fatmawati dan Stasiun Lebak Bulus Grab.

Penumpang di Ratangga 0807 (berjarak + 850 meter dari stasiun) dan Ratangga 1004 (berjarak + 10 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Lebak Bulus Grab.

"Jumlah penumpang yang dievakuasi dari seluruh 13 stasiun MRT berjumlah 3.410 orang dalam keadaan baik dan selamat," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved