Listrik Padam
Saat Listrik Padam, Putra Bungsu Widi Mulia Kecelakaan Ringan di Stasiun MRT
Mati listrik Minggu lalu ternyata menjadi satu cerita bagi keluarga Dwi Sasono. Anak dan istrinya sempat terjebak di stasiun MRT.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Penyanyi AB Three sekaligus istri aktor Dwi Sasono Widi Mulia ternyata menyimpan cerita saat listrik padam masal di Ibukota pada hari Minggu lalu.
Putra bungsu Widi Mulia mengalami kecelakaan ringan saat berada di stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.
Kisah itu dibagikan Widi di akun Instagramnya @Thesasonosfam pada Selasa (6/8/2019) malam seperti dilansir Wartakotalive.
Membagikan foto bersama-sama ketiga anaknya di stasiun MRT, terlihat putra bungsu Widi luka di keningnya.
• Pesan Dwi Sasono dan Widi Mulia ke Widuri Putri Sasono: Syuting Film itu Harus Menyenangkan
“Di hari mati listrik serentak dua hari lalu, kami berempat berencana naik MRT ke daerah Bundaran HI. Eh ternyata passs banget sampe di stasiun jam 11.48, eskalator udah pada mati, tapi kami pikir cuma lagi under maintenance,” kisah Widi menceritakan kejadian mati listrik masal di sebagian Pulau Jawa itu.
Sehingga kata Widi, karena eskalator yang mereka naiki mati, maka mereka harus jalan kaki manual ke atas stasiun.
• Widi Mulia Ingin Terus Berkarir di Dunia Akting
“Ada yang naik tangga, ada yang masih lewat eskalator. Di eskalator kedua, terjadilah tragedi nyusruk by the one and only Den Bagus,” kata Widi menceritakan kronologi anaknya yang terluka di stasiun MRT.
Putra pertama Widi, Dru Prawiro Sasono langsung memanggil ibunya saat melihat adiknya terjatuh.
“Dru dengan paniknya langsung teriak-teriak manggil ibu, mukanya khawatir banget, sementara Widuri (Putri Widi) cuma ngeliat sekilas sambil sibuk minum, dan komentarnya cuma: “Wah, bentuknya kaya digigit snake!” jelas Widi.
Namun kata Widi cidera ringan itu tidak mengurangi kebahagian putra ketiganya itu.
“Sementara adiknya, beberapa menit kemudian udah nyengir-nyengir lagi,” kata Widi.
• Bakal Nikah 17 Agustus, Cut Meyriska Akhirnya Beberkan Lokasi Pernikahan Begini Penampakannya
Kecelakaan kecil tersebut kata Widi ternyata bukan akhir drama mereka dari mati listrik hari Minggu lalu.
“Setelah kehebohan itu, ternyata ada kehebohan lain yang lebih besar, MRT-nya kok gak sampe-sampe, ya? Trus para petugas mulai nutup jalur penumpang naik ke MRT, pake caution yellow lines. Wah ada apaan nih! Kok serius banget,” kenang Widi.
Setelah akhirnya menunggu lama kata Widi akhirnya petugas MRT memberitahukan kejadian mati listrik tersebut.
“Setelah cukup lama nunggu sampe MRT kembali beroperasi, akhirnya para petugas MRT kasih tau kalo mereka belum bisa memastikan kapan situasi akan kembali normal, karena ternyata mati listrik di mana-mana,” papar Widi.
Ia pun tetap bersyukur meski perjalanannya sempat terhambat karena kejadian menghebohkan itu.
“Tapi alhamdulillah, kami dikasih rejeki dalam bentuk perjalanan kami setelah itu lancar dan rencana kami masih bisa berjalan dengan menyenangkan. Semoga Oom Tante di manapun berada juga selalu aman dan nyaman terkendali, ya!” tandasnya.
Evakuasi Penumpang MRT
Diberitakan Wartakotalive.com yang melansir Kompas.com Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, empat perjalanan kereta MRT terhenti akibat pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek, Minggu (4/8/2019) siang.
Ia menyebut pasokan listrik dari PLN mulai terhenti sejak pukul 11.50 siang.
"Tim Operation Control Center (OCC) MRT mendeteksi empat kereta MRT terhenti diantara stasiun bawah tanah dan saat ini dalam proses evakuasi," kata Kamaludin dalam keterangan tertulisnya.
Selanjutnya, kata Kamaludin, para penumpang dievakuasi melalui pintu darurat.
"Pintu Platform Screen Door (PSD) dibuka secara manual untuk proses evakuasi"
"Tim Operasi dan Pemeliharaan saat ini memastikan seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman," ujar Kamaludin.
PT MRT Jakarta Tuntut PLN Tingkatkan Keandalan Pasokan Listrik
PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyesalkan putusnya pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Minggu (4/8/2019) kemarin.
Sebagai pelanggan premium, PT MRT Jakarta sangat kecewa, dan menuntut agar hal serupa tak terjadi lagi.
"MRT Jakarta sangat menyesalkan terputusnya pasokan listrik dari PLN. Kami membutuhkan tindak lanjut PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan secara serius mencegah kejadian serupa terjadi kembali," kata Muhamad Kamaluddin, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, dalam siaran pers, Selasa (6/8/2019).
Kamaluddin mengatakan, PLN telah berkomitmen untuk mendukung keandalan pasokan listrik ke sistem MRT Jakarta.
Salah satunya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga tersebut.
Sesuai desain awal, MRT Jakarta juga memiliki sistem pembangkit cadangan (generator set/genset) yang hanya memberikan pasokan listrik untuk kebutuhan keselamatan dan evakuasi di fasilitas stasiun dan di terowongan.
• Terungkap, Kehilangan Ribuan Penumpang saat Listrik Padam, MRT Jakarta Rugi Rp 507 Juta
• Tak Ada Penumpang Cedera Saat Evakuasi 4 Rangkaian Kereta MRT Jakarta yang Terhenti di Bawah Tanah
"Kapasitas back up power MRT Jakarta tersebut sudah cukup, dan berfungsi dengan baik pada saat pasokan listrik terputus, oleh karenanya evakuasi dapat dilakukan dengan aman," jelasnya.
Desain pasokan listrik MRT Jakarta ini, lanjutnya, sejalan dengan sistem kelistrikan MRT di berbagai negara lain.
Sebagai contoh, hal serupa terjadi di New York Subway pada bulan Juli lalu, di mana pemadaman listrik terjadi selama lima jam, dan kendala pasokan listrik itu sempat melumpuhkan sepertiga dari rute New York Subway.
Akibatnya, penumpang tertahan di bawah tanah selama 75 menit sebelum berhasil dievakuasi.
"Sistem operasi kereta MRT Jakarta menggunakan persinyalan CBTC (Communication Based Train Control) yang menganut tingkat standar keselamatan tinggi. Seperti halnya sistem persinyalan yang digunakan di Delhi Metro dan Beijing Subway Line 15," katanya.
Sistem ATO (Automatic Train Operation) itu mengharuskan kereta melakukan emergency break (pengereman darurat) ketika terjadi power off (terputusnya pasokan listrik).
Hal ini bertujuan untuk memitigasi potensi bencana yang kemungkinan terjadi di jalur depan kereta.
• Pelayanan Berlangsung Normal, Bandara Soetta Pakai 17 Genset Atasi Listrik Padam
• Tujuh Kebakaran dan Pasokan Air Turun 70 Persen Warnai Listrik Padam di Jakarta
Pengereman darurat dan evakuasi merupakan cara terbaik yang dilakukan untuk menghadapi kejadian ini.
"Skema evakuasi yang dilakukan (sebagaimana penjelasan infografis di bawah ini) menggambarkan pada saat kejadian terputusnya pasokan listrik (4 Agustus) terdapat tujuh rangkaian kereta MRT Jakarta yang sedang beroperasi," jelasnya.
Tiga rangkaian kereta berada di jalur bawah tanah yaitu Ratangga 0511 yang sedang berhenti di Stasiun Bundaran HI. Ratangga 0411 dan Ratangga 0610 terhenti di antara Stasiun Istora Mandiri dan Stasiun Bendungan Hilir.
Penumpang di Ratangga 0411 (berjarak + 20 meter dari stasiun) dan Ratangga 0610 (berjarak + 100 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Bendungan Hilir.
Sedangkan empat rangkaian lainnya berada di jalur layang yaitu Ratangga 0709 dan Ratangga 0906 sedang berada di Stasiun Blok A.
Ratangga 0807 dan Ratangga 1004 yang terhenti di antara stasiun Fatmawati dan Stasiun Lebak Bulus Grab.
Penumpang di Ratangga 0807 (berjarak + 850 meter dari stasiun) dan Ratangga 1004 (berjarak + 10 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Lebak Bulus Grab.
"Jumlah penumpang yang dievakuasi dari seluruh 13 stasiun MRT berjumlah 3.410 orang dalam keadaan baik dan selamat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/putra-dwi-sasono.jpg)