Berita Video
VIDEO: Pemkot Jaksel Jamin Seluruh Hewan Kurban Layak Kurban
"Total ada sebanyak 8.139 hewan kurban meliputi 2.243 sapi, 26 kerbau, 5.262 kambing dan 608 domba yang telah diperiksa dan dinyatakan layak kurban,"
Kelayakan hewan kurban menjadi prioritas Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan jelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah yang jatuh pada Minggu (11/8/2019) mendatang. Dalam pemeriksaan hingga H-5 Idul Adha, seluruh hewan dinyatakan layak kurban.
Kabar gembira tersebut diungkapkan Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Wachyuni berasal dari hasil pemeriksaan terhadap sebanyak 8.139 ekor hewan kurban yang tersebar di 66 penampungan seluruh wilayah Kotamadya Jakarta Selatan sejak tanggal 1-6 Agustus 2019 lalu.
Pemeriksaan tersebut katanya melibatkan sebanyak 35 orang petugas yang dilakukan secara klinis meliputi area mata, telinga, kulit, kuku dan mulut serta anus itu petugas diungkapkannya tidak menemukan adanya hewan sakit, cacat ataupun tidak layak kurban sesuai dengan syariat Islam, yakni cukup umur dan berkelamin jantan.
Namun apabila ditemukan adanya hewan tidak layak kurban, hewan akan diberi tanda silang dengan menggunakan cat semprot warna merah. Hewan pun dilarang dijual untuk kebutuhan kurban.
• Gus Miftah Mau Ceramah di Klub Malam, Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta Bilang Begini
"Tujuannya agar masyarakat tidak membeli hewan sebagai hewan kurban," ungkapnya ditemui di salah satu lokasi penjualan hewan kurban, Tama Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (6/8/2019).
Sementara, apabila ditemukan adanya hewan yang kekurangan vitamin atau avitaminosis dengan gejala hewan lemah dan kurang nafsu makan, pihaknya memberikan vitamin.
Begitu juga dengan hewan yang sakit mata akan diberikan salep mata dan obat anti stres.
Tidak hanya meliputi pemeriksaan kesehatan, petugas katanya memeriksa kelengkapan berkas, antara lain Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Jalan hewan dari daerah asal. Selanjutnya, hewan yang memenuhi persyaratan mendapatkan SKKH baru dari Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan serta stiker sebagai tanda lolos pemeriksaan.
"Total ada sebanyak 8.139 hewan kurban meliputi 2.243 sapi, 26 kerbau, 5.262 kambing dan 608 domba yang telah diperiksa dan dinyatakan layak kurban," paparnya.
• VIDEO: 200 Ton Sampah Kali Bahagia Bekasi Terangkut Dalam Sepekan
Walau begitu, Wachyuni mengimbau kepada masyarakat untuk teliti ketika membeli hewan kurban, mulai dari memberi hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban yang mendapatkan sertifikat dari pihaknya serta memperhatikan kesehatan hewan dengan memilih hewan yang sehat, tidak cacat, tidak kurus dan berjenis kelamin jantan.
"Pemeriksaan akan dilakukan hingga hari pemotongan, petugas akan memeriksa organ dalam hewan kurban untuk memastikan daging kurban bebas penyakit seperti antrax hingga cacing pita," jelasnya.
• VIDEO: Kasus Ikan Asin, Polisi Sebut Video Permintaan Maaf Galih di Dalam Tahanan Melanggar Aturan
Dalam proses pemeriksaan massal tersebut, pihaknya menerjunkan sebanyak 192 orang petugas yang berasal Dinas KPKP DKI Jakarta sebanyak 28 orang, petugas Sudin KPKP Jakarta Selatan sebanyak 54 orang, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebanyak tujuh orang, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) sebanyak 38 orang serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 65 orang.
Petugas tersebut akan memeriksa hewan secara acak di sejumlah tempat pemotongan hewan yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Langkah tersebut guna meyakinkan hewan kurban layak konsumsi dan bebas penyakit.(dwi)
Sementara itu, Ternyata, Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi beli sapi kurban 1 ton, yang diketahui sapi kurban jenis simental milik Jokowi berharga sangat fantasis.
Informasi yang didapat, harga sapi kurban milik Jokowi tiga kali lipat dari harga lokal, dan diketahui sapi kurban milik Jokowi bernama Mike Tyson.
WartaKotaLive melansir TribunJati, menjelang Hari Raya Idul Adha 2019, Jokowi beli satu ekor sapi kurban 1 ton.
Presiden Jokowi menyumbangkan satu ekor Sapi kurban berbobot satu ton lebih untuk kaum dhuafa dan fakir miskin di Sulawesi Barat untuk yang ketiga kalinya.
• Pemotor Kecewa Roda Dua Termasuk Dalam Perluasan Sistem Ganjil Genap
• WOW, Mobil Mirip Batman Ini Ternyata Taksi Bisa Dipesan Warga Jakarta, Argonya Sama
Yang lebih mencengangkan, Jokowi beli seekor sapi kurban Rp 85 juta untuk Idul Adha tahun ini.
Sapi kurban milik Jokowi yang dibeli dari seorang peternak Sapi di lingkungan Ujung baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, kini dijaga dan dirawat intensif oleh pemilik.
Berikut fakta Sapi 1 ton yang dibeli Jokowi:
1. Diberi nama Mike Tyson
Sapi Jenis Simental Berbobot Satu Ton Lebih Dibeli Presiden Jokowi Seharga Rp 85 Juta (KOMPAS.COM/JUNAEDI)
Pemilik Sapi Abdul Rahim mengatakan, Sapi dengan panjang dua meter dan berusia tiga tahun itu diberi nama Mike Tyson.
Menurut Abdul Rahim sang pemilik Sapi, nama Tyson ini sengaja diberi kepada sapinya sebab mereka sekeluarga adalah pencinta berat sama petinju legendaris Mike Tyson.
"Setelah saya tahu Jokowi sering membeli Sapi unggulan dengan harga mahal, sejak itu saya mulai merawat Sapi saya hingga akhirnya alhamdulilah Sapi saya bisa dibeli dengan harga mahal"
"Saya tentu senang dan bangga karena kalau dijual, biasa harganya tidak semahal itu,” jelas Abdul, saat ditemui di peternakannya di Ujung baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Minggu (4/8/2019).
2. Dirawat secara khusus
Sapi satu ton seharga Rp 85 juta yang dibeli Presiden Jokowi dari peternak asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bernama Abdul Rahim, diberi perhatian khusus.
Abdul mengatakan, Sapi kurban yang diberi nama Mike Tyson itu dirawat secara khusus dengan diberi makan dua kali sehari dengan pakan rumput hijau dicampur ampas tahu dan batang pisang.
Hal itu dilakukan untuk menjaga berat badan Mike Tyson agar tidak turun atau jatuh sakit.
3. Termotivasi sejak tahu Jokowi sering beli Sapi peternak Sapi
Abdul mengaku, sejak tahu Jokowi sering membeli Sapi kurban milik petani tiga tahun lalu, ia termotivasi untuk mengembangkan sapinya lebih baik.
Usahanya merawat sapinya dengan pemberian pakan yang teratur serta menjaga kebersihannya kandang dan sapinya tak bertepuk sebelah tangan.
Tahun ini sapinya resmi dibeli Jokowi dengan harga Rp 85 juta atau hampir tiga lipat dari harga lokal.
Sapi ini akan dibawa ke Ibu Kota Provinsi Sulbar yakni Mamuju untuk dikurbankan.
Usai di sembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat atau kaum dhuafa dan fakir miskin di Mamuju.
4. Peternak bangga Sapi dibeli Presiden
Sebelumnya pada 2017 dan 2018, Kepala Negara juga membeli Sapi kurban dari peternak Sapi di kecamatan yang sama.
Pada 2018 lalu, Sapi kurban milik Jokowi yang bobotnya juga satu ton lebih dikurbankan untuk warga Polewali Mandar.
Sapi Jokowi dikurbankan di Masjid Raya Wonomulyo.
Tradisi Jokowi membeli Sapi kurban disambut gembira para petani dan peternak Sapi di polewali mandar.
• VIDEO : Sampaikan Belasungkawa Wafatnya KH Maimoen Zubair, Jokowi : Beliau Ulama Rujukan Umat Islam
• Kisah Pilu JJ Rizal Kehilangan 43 Ekor Ikan Koi Gara-gara Blackout Massal, Sebut PLN Kurang Ajar
• Laku Dilelang! Celana Dalam Istri Hitler Rp 50 Juta dan Celana Pendek Hitler Rp 79 Juta
Para peternak kini bersaing merawat Sapi-Sapi peliharaan mereka agar tumbuh sehat dan super, agar kelak dipiih menjadi Sapi kurban presiden.
Para peternak mengaku saat Sapi mereka dipilih Presiden, bukan hanya soal harga sapinya yang naik dua kali lipat, tapi mereka bangga sapinya dibeli orang nomor satu di Indonesia.
Mandi 3 Kali Sehari
Sapi kurban yang dipesan Presiden RI, Joko Widodo, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), diberi perhatian khusus oleh peternak.
Hal tersebut disampaikan H Pacong, pemilik sapi yang dibeli Jokowi tersebut, saat ditemui tribun-maros.com, Jumat (26/7/2019) pagi.
Peternakan milik H Pacong, letaknya di Jl Poros Bantimurung, Desa Alatengngae, Kecamatan Bantimurung, Maros.
"Kami beri perhatian khusus sapi jenis Simmental yang dipesan Pak Jokowi ini. Setiap hari dimandikan dua sampai tiga kali," kata H Pacong.
Selain kebersihannya, hasil persilangan sapi Bali dengan sperma sapi Australia itu, juga diperhatikan pakannya.
Setiap hari kata dia, sapi tersebut diberi pakan berupa jerami, dedak, rumput gajah, dan pakan lainnya.
"Utusan Pak Jokowi sudah datang ke sini melihat langsung sapi ini. Menurut informasi, sapi ini untuk kurban Presiden Jokowi di Soppeng," ujarnya.
H Pacong menambahkan, sapi tersebut dipelihara sejak kecil di peternakan seluas 40 hektare tersebut.
Saat berusia sekitar tiga tahun, utusan Jokowi datang memesan sapi di peternakannya.
"Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur karena Presiden Jokowi memesan sapi di tempat kami ini," ujarnya.
Di peternakan milik H Pacong itu, terdapat sekitar 250 ekor sapi, yang dipelihara.
Sapi-sapi tesebut, dipelihara oleh hampir 30 pekerja.
Relakan Sapinya Dibeli Jokowi
Presiden Joko Widodo membeli satu ekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) seberat 1,1 ton dari seorang peternak di Jalan Pangeran Ayin, kawasan Sako Baru, Palembang.
Nantinya, sapi kurban Presiden Joko Widodo ini akan diserahkan ke panitia kurban Masjid Agung atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Idil Fitriansyah (31), pemilik sekaligus pengelola Dwikarya Farm menjelaskan, sapi milik orang nomor satu di Indonesia dipesan sejak Senin (15/7/2019) lalu.
Idil menceritakan, sapi yang dipilih merupakan sapi kesayangan keluarganya yang sekarang berusia 10 tahun.
Idil Fitriansyah, pemilik dan pengelola Dwikarya Farm memegang sapi peranakan Ongole seberat 1,1 ton yang dibeli Presiden Joko Widodo untuk kurban di Masjid Agung Palembang. SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH (Sripoku.com/Rahmaliah)
"Awalnya berat untuk menjualnya tapi karena sudah dipilih presiden, kami sekeluarga berpikir ini momen langka, jadi kapan lagi orang nomor satu yang pesan," ujarnya, Selasa (23/7/2019).
Menurut Idil, sapi kurban Presiden Joko Widodo ini juga telah melalui verifikasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan.
Bahkan, tim kesehatan sudah melakukan tes untuk memastikan kondisi sapi dalam keadaan baik sebelum presiden membeli.
"Tesnya mulai dari tinggi badan, berat badan, dan kesehatan secara menyeluruh," ujarnya.
Selain itu, untuk menjaga kondisi sapi agar tidak stres, kata Idil, sapi harus secara rutin diberikan pakan sesuai jadwal.
Jenis pakan yang diberikan adalah campuran konsentrat mulai dari ampas ubi, kulit nanas, dedek katul dan tak lupa vitamin.
"Tiga kali sehari makan, pagi pukul 06.00, siang setelah Dzuhur, abis Ashar dan malam pukul 21.00. Minumnya juga diberikan khusus berupa ampas kecap, pagi asin, sore abis Ashar ampas kecap manis," ujarnya.
Idil mengatakan, untuk biaya pakan sapi yang dibeli Presiden Jokowi menghabiskan biaya Rp 1 juta per bulan.
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul "Fakta Menarik Sapi 1 Ton yang Dibeli Jokowi, Diberi Nama Mike Tyson hingga Harganya Rp 85 Juta"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pakan-rumput.jpg)