Pembunuhan
Seorang Pria Tega Bunuh Istri dan Bakar Anaknya Hidup-Hidup
Seorang pria tega bunuh istri dan bakar anaknya hidup-hidup, dan diduga faktor ekonomi jadi penyebab pria bunuh istri dan bakar anaknya sendiri.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: PanjiBaskhara
Seorang pria bunuh istri dan bakar anaknya sendiri hidup-hidup, dan diduga faktor ekonomi jadi penyebab pria bunuh istri dan bakar anaknya sendiri.
Seorang pria usia 43 tahun, Jumharyono bunuh istri dan bakar anak sendiri di rumahnya Jalan Dukuh V RT 010 RW 005, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Diketahui, identitas istri dibunuh suami bernama Khoriah, sementara anak dibakar ayah hidup-hidup berinisial RY (5).
Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, kejadian berawal saat pria berprofesi kuli semangka di Pasar Induk sepulang bekerja.
• VIDEO: Cerita Ruben Onsu Angkat Betrand Peto Jadi Anak
• Tol Tangerang-Merak Siap Terapkan Transaksi Pembayaran Tanpa Harus Berhenti
• Mulai Rp 5 Juta Bisa Pilih Nopol Ganjil atau Genap, Tidak Harus Kendaraan Baru, Ini Daftar Biayanya
Sekira pukul 01.00 WIB tadi, pasangan suami istri itu terlibat pertengkaran yang dipicu karena masalah faktor ekonomi, sampai akhirnya Jumharyono memukul istrinya.
"Pelaku kesal dan memukuli korban dengan menggunakan batu yang diarahkan kewajah korban"
"Pelaku juga menusuk korban menggunakan gunting ke arah kepala dan perut," kata Hery di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8).
Merasa bersalah dan hendak berlati dari kenyataan, Jumharyono hendak bunuh diri dengan cara membakar diri beserta anaknya.
• Pengakuan Dewi Sanca Hamil Diluar Nikah, Dokter Muda Ini Minta Kandungan Digugurkan
• Dua Menteri Bungkam Jokowi Marah ke PT PLN Persero
• Mbah Moen Berpulang, Ini Doa Fadli Zon Hingga Tangisan Putri Gus Dur Jadi Trending Topik
Namun, lantaran tak kuat merasakan panasnya api yang berkobar di dalam rumah, dia memilih menyelamatkan diri.
Ia menyelamatkan diri dengan keluar lewat jendela, sementara anaknya RY (5) nyaris tewas terbakar.
"Pelaku mencoba melakukan bunuh diri dengan cara membakar seluruh keluarganya"
"Namun pelaku berhasil keluar dari jendela saat ruang tamu terbakar," ujarnya.
• BREAKING NEWS: Kabar Duka dari Mekah KH Maimoen Zubair Meninggal Saat Tunaikan Ibadah Haji
• Mbah Moen Meninggal Dunia di Makkah, Sempat Bertemu Megawati dan Beri Hadiah ke Jokowi
• Wasekjen PPP Sebut Sebelum Meninggal di Mekkah Mbah Moen dalam Kondisi Sehat
Sementara RY menderita luka bakar hingga 80 persen akibat perbuatan ayahnya yang kini masih menjalani pemeriksaan.
Hery menyebut Jumharyono sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat penanganan medis sebelum digelandang ke Mapolsek Kramat Jati.
"Pelaku sudah diamankan, saat sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kramat Jati," tuturnya. (abs)
Pembunuh Istri Pendeta
Tak butuh waktu lama bagi Polsek Sunggal untuk mengungkap kematian istri pendeta Eriawati Siagian (56) di rumah kontrakannya, di Jalan Abadi, No 50 A, Tanjung Rejo, Medan Sunggal.
Namun hal lain yang masih jadi pergunjingan adalah dimana pelaku Dimas Satrya Agung alias Dimas (36) ternyata memiliki ID Pers.
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan soal ID Pers yang dimiliki tersangka atas nama media Inti Pos.
"Tersangka memiliki ID Pers dengan nama media Inti Pos.Tapi belum bisa dipastikan, tersangka apakah wartawan.
"Karena kita belum melakukan penelitian soal kartu pers yang dimiliki tersangka," kata Yasir di Polsek Sunggal, Selasa (30/7/2019).
"Tapi yang jelas, motifnya dendam. Karena tersangka ditagih hutang oleh korban sehingga menghabisi nyawa korban," sambungnya.
Sementara itu, tersangka Dimas menjelaskan bahwa ID Pers itu ia dapatkan dari teman di kantor sewaktu bekerja.
Karena dia punya ID Pers atas nama media Inti Pos dan banyak kawan-kawan minta buatkan itu.
"Saya minta buatkan untuk elakkan razia saja dan itu tidak pernah digunakan.
Saya nggak bayar untuk ID Pers, itu dikasih kawan gratis," kata Dimas.
Lebih lanjut, Dimas mengaku sudah berhenti sejak bulan Maret 2019 dan kemarin sebelum kejadian, dia datang ke rumah korban ingin jujur.
"Saya datang kerumah korban maksudnya minta keringanan mau cicil dan dia malah mencak-mencak marah.
Hingga akhirnya saya kalap dan bunuh dia," jelas Dimas.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting, membeberkan bahwa motif pelaku membunuh korban karena masalah hutang piutang.
"Waktu penangkapan pelaku sempat melawan sehingga kita berikan tindakan tegas kepada kedua kaki kanan dan kiri pelaku," kata Syarif, Senin (29/7/2019).
Syarif menjelaskan, pelaku ditangkap di lokasi.
Awalnya kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, Polsek Sunggalmendengar informasi adanya mayat yang sudah dua hari berada di dalam rumah.
Setelah melakukan penyelidikan, ada beberapa orang yang dicurigai.
Dapatlah ada tiga nama.
Salah satunya menjerumus kepada pelaku Dimas Satria Agung.
Pelaku kala itu disebut berinisial DM merupakan warga Jalan Seksama, Kecamatan Medan Kota.
Pria berbadan tegap itu, ditangkap polisi berawal dari temuan barang bukti di lokasi.
Menyaru Sebagai Wartawan
Ternyata saat penemuan mayat pada Minggu (28/7/2019) pelaku berada di tempat kejadian perkara (TKP). Ia menyaru menjadi seorang wartawan untuk melihat situasi yang terjadi.
"Kita temukan yakni kursi, baju bercak darah milik korban dan puntungan rokok diduga bekas yang diisap pelaku," ujarnya.
Berdasarkan petunjuk pertama, polisi melakukan interogasi dan merunut kegiatan yang dilakukan korban dalam beberapa hari terakhir.
"Dari situ saya perintahkan anggota untuk interogasi pelaku lebih dalam.
Pelaku dibawa keliling-keliling dan ke rumahnya. Ternyata belum sampai rumahnya dia sudah mengakui," sebut Syarif.
Ketika hendak diamankan DM sempat mengaku wartawan unit kepolisian yang sedang melakukan liputan di lokasi.
"Tapi waktu itu belum ada pengakuan.
Setelah kita interogasi berapa jam dan kita runut semua kegiatan dia terakhir dia ngaku," tuturnya.
"Yang membuat sangkaan yakin ke arah pelaku.
Pertama kita temukan diduga kartu pers di TKP sama puntung rokok pelaku.
Tapi apakah dia benar wartawan atau tidak masih ditelusuri," beber Syarif.
Menurut syarif, Dimas ada meminjam uang sekitar Rp 40 juta dan sisa tinggal Rp 23 juta.
Syarif menuturkan, karena sisa hutang tak kunjung dibayar sama pelaku, korban lalu mengancam pelaku bahwa akan memberitahukan kepada mertuanya, bahwa dia (pelaku) memiliki hutang.
"Nanti aku laporkan sama mertuamu kalau tak kau bayar hutangmu ini," ucap Syarif saat menirukan perkataan korban yang disampaikan kepada pelaku saat kejadian.
Lantaran akan diberitahukan, pelaku ketakutan dan mereka akhirnya bertengkar mulut.
Saat kejadian mereka hanya berdua di dalam rumah posisi di dapur.
"Pelaku mungkin kalap terus dipukulnya korban pakai kursi kayu dan dicucuk leher korban pakai pisau.
Kemudian untuk memastikan korban tewas, DM menyumpal mulut korban dan mengikat kedua tangannya," ungkap Syarif.
Untuk menghilangkan jejak, lanjut Syarif, pelaku lalu menghidupkan radio dan mengunci rumah agar seolah-olah di rumah ada orang.
"Kunci rumah korban dibawanya dan dibuang di sungai amplas termasuk pisau yang digunakan untuk menghabiskan nyawa korban," ujarnya.
Pembunuh Istri Pendeta Terlilit Utang Rp 23 Juta, Kedua Kakinya Ditembak karena Melawan. (TRIBUN MEDAN/Polsek Sunggal)
Petugas berhasil amankan pelaku pembunuhan istri pendeta, Senin (29/7/2019) (HO Polsek Sunggal)
Setelah melakukan penyelidikan pada Minggu (28/7/2019), berdasarkan dari hasil keterangan para saksi, ada beberapa orang yang dicurigai pihak kepolisian.
"Kita temukan yakni kursi, baju bercak darah milik korban dan puntungan rokok diduga bekas yang diisap pelaku," ujarnya.
Berdasarkan petunjuk pertama, polisi melakukan interogasi dan merunut kegiatan yang dilakukan korban dalam beberapa hari terakhir.
"Dari situ saya perintahkan anggota untuk interogasi pelaku lebih dalam.
Pelaku dibawa keliling-keliling dan kerumahnya. Ternyata belum sampai rumahnya dia sudah mengakui," sebut Syarif.
"Waktu penangkapan dan akan dibawa ke Mako, pelaku sempat melawan sehingga kita berikan tindakan tegas kepada kedua kaki kanan dan kiri pelaku," tegas Syarif.
Sebelumnya, saat penemuan Erawati yang tewas bersimbah darah, salah seorang warga bernama Toni Nainggolan mengatakan, bahwa ada pesan singkat yang dilayangkan pelaku kepada korban.
"Ada pesan singkat di mana pelaku mengatakan 'aku sudah puas. Nanti STNK dan BPKB mu aku antar'. Begitulah kira-kira isi pesannya," ungkap Toni saat ditemui Tribun Medan di kediamannya pada Minggu (28/7/2019).
Usai kejadian korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.
Sementara di lokasi kejadian pada Minggu (28/7/2019) masih dipadati warga yang melihat proses penyelidikan petugas. Di kediaman korban, petugas telah memasang garis polisi.