Listrik Padam
Indomaret Rasakan Dampak Pemadaman Listrik PLN
Dampak pemadaman listrik oleh PLN turut berimbas pada layanan toko Indomaret, retail waralaba dari PT Indomarco Prismatama itu belum berjalan normal
Penulis: Ign Agung Nugroho |
Saat ini, kata Wiwiek, dari total 6.935 toko yang terdampak berangsur-angsur beroperasi lagi dan hingga hari ini dari pukul 17.00 WIB, masih tersisa 815 toko.
Menurut Wiwiek, pihaknya menyesalkan pemadaman listrik yang cukup lama dan areanya luas
WARTA KOTA, PALMERAH--- Dampak pemadaman listrik oleh PLN turut berimbas pada layanan toko Indomaret.
Sampai saat ini, operasional retail waralaba dari PT Indomarco Prismatama itu belum berjalan normal.
Hal itu disampaikan Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf, dalam siaran persnya diterima Warta Kota, Senin (5/8/2019).
• Listrik sebagian Wilayah Tambun dan Cikarang Kembali Padam
Wiwiek mengatakan, saat ada toko yang belum buka karena masih mengalami pemadaman listrik.
"Dampak pemadaman listrik dipastikan telah mengakibatkan kerugian. Namun kami belum dapat mengkalkulasi nilai kerugiannya," katanya.
Saat ini, kata Wiwiek, dari total 6.935 toko yang terdampak berangsur-angsur beroperasi lagi dan hingga hari ini dari pukul 17.00 WIB, masih tersisa 815 toko.
• Kota Bekasi Berencana Pasang Pemantau Kualitas Udara
Menurut Wiwiek, pihaknya menyesalkan pemadaman listrik yang cukup lama dan areanya luas.
Pasalnya, selama ini Indomaret sangat tergantung dengan suplai daya listrik.
• Saham MNCN Dinilai Lebih Menarik dari SCMA
Oleh sebab itu, bila terjadi pemadaman yang sifatnya sementara dan lokal disediakan back up genset, dengan kapasitas terbatas 5 Kva untuk meng-cover beberapa pendingin produk, POS kasir, dan beberapa titik penerangan.
"Kondisi ini sifatnya sementara, beberapa jam saja karena kapasitas jam kerja mesin dan ketersediaan bahan bakar. Hal ini ditujukan untuk tetap mengoptimalkan pelayanan pelanggan di saat membutuhkan barang," kata Wiwiek.
Setelah tidak dapat back up daya listrik, kata Wiwiek , toko tidak dapat beroperasi lagi alias ditutup.
• Mati Listrik, Anggota Aprindo Mengalami Kerugian Hingga Rp 100 Miliar