Rabu, 15 April 2026

Bursa Efek Indonesia Bakal Rilis 3 Indeks Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis tiga indeks baru yaitu IDXvalue30, IDXgrowth30, dan Indeks Hijau (Green Index) pada semester II 2019.

thinkstockphotos
Ilustrasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis tiga indeks baru yaitu IDXvalue30, IDXgrowth30, dan Indeks Hijau (Green Index) pada semester II 2019. 

Saat ini banyak investor lokal dan luar negeri yang selektif investasi hanya di saham-saham hijau atau yang memenuhi standar ESG.

Ke depannya, bursa punya tanggung jawab untuk membuat indeks-indeks baru yang lebih ketat lagi dan menyaring emiten-emiten yang punya indikator pelestarian lingkungan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis tiga indeks baru yaitu IDXvalue30, IDXgrowth30, dan Indeks Hijau (Green Index) pada semester II 2019.

Peluncuran tiga indeks baru ini sebagai upaya ini dilakukan bursa untuk memberikan opsi kepada investor, penerbit reksadana, fund manager dalam berinvestasi.

Indeks IDXvalue30 dan IDXgrowth30 akan dirilis pada 23 Agustus 2019.

Anggota dari indeks-indeks ini diambil dari IDX80 yang berisi saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang baik.

Pertama di Luar Jepang, Gundam Build Divers Re-Rise Dirilis di Indonesia

Nantinya IDXvalue30 berisikan emiten yang punya price earning ratio (PER) rendah sehingga valuasinya murah.

Kemudian, indeks IDXgrowth30 beranggotakan emiten dengan PER tinggi sehingga valuasinya mahal.

Sementara Green Index akan berisikan konstituen yang dipilih berdasarkan kriteria enviromental social governance (ESG).

Kriteria ini mempertimbangkan bagaimana kinerja sebuah perusahaan dapat bersinergi dengan alam.

Tensi Perang Dagang Naik Lagi Setelah Trump Buat Putusan soal Tarif Tambahan

Robertus Yanuar Hardy, Kepala Riset Kresna Sekuritas, menilai di antara tiga indeks tersebut yang paling menarik adalah indeks hijau.

“Sebab kalau indeks value30 dan growth30 bisa saja dijadikan alternatif pedoman investasi tapi sampai saat ini kebanyakan fund manager masih pedomannya ke indeks LQ45,” kata Robertus seperti dikutip Kontan, Selasa (31/7/2019).

Robertus menilai indeks hijau paling menarik.

Sebab saat ini banyak investor lokal dan luar negeri yang selektif investasi hanya di saham-saham hijau atau yang memenuhi standar ESG.

Ke depannya, bursa punya tanggung jawab untuk membuat indeks-indeks baru yang lebih ketat lagi dan menyaring emiten-emiten yang punya indikator pelestarian lingkungan.

Tiga Bank BUMN Telah Merealisasikan Suntikan Modal ke LinkAja!

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved