Gempa Bumi

Benarkah Gempa Bisa Menjalar ke Wilayah Lain? Begini Penjelasan Ilmiah BMKG

Meskipun tidak dapat dibuktikan secara empiris, gempa yang menjalar ke wilayah lain dapat dibuktikan dengan 2 teori pemicu.

Benarkah Gempa Bisa Menjalar ke Wilayah Lain? Begini Penjelasan Ilmiah BMKG
Istimewa
ILUSTRASI Gempa bumi 

Terlebih lagi, banyak kabar hoaks yang menyebut akan terjadi gempa susulan berkekuatan hingga 9 magnitudo.

Menurut Daryono gejala gempa yang menjalar atau migrasi gempa dari satu tempat ke tempat lainnya secara ilmiah masih sulit untuk diterangkan.

“Hingga saat ini, kita lebih mudah mengkaji aktivitas gempa dalam aspek spasial dan temporal daripada mengkaji perubahan dan perpindahan tegangan (stress) di kulit Bumi,” jelas Daryono.

Maka dari itulah kata Daryono masih sangat sulit menerangkan secara empirik dugaan gempa bisa menjalar ke wilayah lainnya.

Namun kata Daryono ada sebagian pakar berpendapat, perubahan pola tegangan regional (regional stress pattern) dimungkinkan dapat menerangkan gejala ini.

“Tetapi nyatanya, hingga saat ini bagaimana memodelkan hal itu masih sulit dilakukan,” imbuhnya.

Meski demikian, yang sudah menjadi pasti kata Daryono ialah 2 teori pemicu antara gempa yakni  pemicuan yang bersifat statis (permanen) dan pemicuan yang bersifat dinamik (yang berpindah).

Pemicuan yang bersifat statis dapat terjadi pada gempa-gempa yang sangat dekat lokasinya.

“Sebagai contoh adalah munculnya gempa-gempa baru di Lombok di bagian barat dan timur yang diduga kuat akibat pemicuan gempa yang bersifat statis (static stress transfer) dari gempa Lombok M 7,0 yang terjadi sebelumnya, transfer tegangan statis ini berkurang secara cepat terhadap jarak dan disebabkan oleh perpindahan patahan yang permanen.” terang Daryono.

Sementara itu untuk pemicuan dinamis, bisa berkaitan dengan gempa-gempa dekat dan jauh.

“Transfer tegangan dinamis ini nilainya lebih kecil, berkurang dengan melambat terhadap jarak dan merupakan tegangan yang dibawa oleh gelombang seismik melalui batuan,” jelas Daryono.

Sehingga konsep pemicuan dinamik ini lebih sering dikaitkan dengan potensi gempa yang dipicu dari jarak jauh.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved