Selasa, 21 April 2026

Perbankan

Bank Muamalat Sasar Kaum Mileniar Lewat ‘Hijrah’

PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk kini mengembangkan target ke kalangan lebih muda, terutama milenial.

Penulis: |

PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk yang selama  ini dikenal sebagai bank pertama  dengan konsep syariah kini mengembangkan target ke kalangan lebih muda, terutama milenial. 

Dari yang semula fungsi sebatas penyedia layanan perbankan syariah terutama haji dan umroh, kini terus melakukan edukasi lewat tagline Ayo Hijrah.

 Chief Executive Officer (CEO) PT Bank Mualamat Indonesia, Tbk Achmad K Permana mengatakan, Bank Muamalat untuk  haji melayani sekitar 130.000 orang.

Haji plus  51 persen menggunakan layananan Bank Mualamat setiap tahunnya.  Begitu juga umroh.

“Kami tetap fokus ke layanan yang related dengan komunitas Islam. Haji dan umroh tetap leading,” kata Permana saat talkshow ‘Ayo Hijrah Untuk Hidup Yang Lebih Baik dan Penuh Berkah’ di Muamalat Hijrah Coffe, Jumat (26/7/2019).

 TERCIDUK Selingkuh! Kerabat Anggota TNI Ngamuk Lihat Istri dengan Pria Lain: Saya Bunuh Kamu!

 Geger Polisi Tembak Polisi 7 Kali, Pelayanan di Polsek Cimanggis Kembali Normal, Ada yang Tak Tahu

 #LulusanUI Tolak Gaji Rp 8 Juta Disindir Prof Monash University: Saya Hanya Lulusan UI Negeri

Namun posisi sebagai perbankan yang melayani ibadah haji dan umroh saja belum cukup.

Terlebih bila  hanya menyasar segemen ini, posisi nasabah menjadi ‘tua’.

Target harus lebih diperluas dan dipermuda untuk mengembangkan usaha.

Sehingga sejak 2018, memulai kampanye #AyoHijrah yang ditujukan untuk kalangan milenial.

Achmad K Permana mengatakan, mengubah target market  tidak bisa dilakukan tiba-tiba.

Harus dikenalkan saat  belum punya penghasilan. Sehingga ketika sudah mendapatkan penghasilan sudah  ada mindset tentang syariah.

"Tidak mungkin menunggu tua (usia, Red) baru di-approach dan menunggu di kantor cabang saja,” jelas Permana.

 TERUNGKAP Alasan Ria Ricis Pamit Diri dari Youtuber padahal Sukses Gaet 15 Juta Lebih Subscriber

 Dulu Mengkritik, Simak Pengakuan Anies Baswedan Terapkan Kebijakan Ahok Soal IMB

 Anak Tukang Becak Berhasil Jadi Dosen Kimia di ITB dan Lulus S2 Dalam Waktu 10 Bulan, Simak Kisahnya

Apalagi, sampai saat ini untuk melakukan ibadah haji,  memiliki masa tunggu yang lama. Bisa mencapai 25 tahun.

Agar tidak terlalu tua saat menjalankan ibadah haji, tentunya sejak muda sudah harus menabung untuk menyiapkan ibadah haji tersebut.

“Kalau menunggu haji sampai 25 tahun, mungkin sudah harus menabung sejak usia 15 tahun bahkan 10 tahun. Sehingga kita juga mendatangi sekolah-sekolah juga,” ujarAchmad K Permana.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved