Pembunuhan
Persahabatan Satu Tahun Presenter TVRI Kendari Berujung Maut
Persahabatan Satu Tahun Presenter TVRI Kendari Sultra Berujung Maut. Abu Saila alias Aditya tewas dibunuh sahabatnya sendiri, Achfi Suhasim alias Afid
Pada Sabtu (20/7/2019) pukul 19.30, Abu Saila alias Aditya (55) berpamitan kepada istrinya, Yuliati.
Aditya bermaksud membayar paket Indihome via ATM.
Aditya adalah presenter TVRI Kendari Sultra yang dikenal ramah kepada semua orang. Malam itu, Aditya mengendarai mobil Toyota Avanza putih miliknya, DT 1380 IE. Aditya berangkat dari rumahnya di BTN Beringin Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rupanya Aditya menjemput Achfi Suhasim alias Afid (29) di depan Rumah Makan Pendowo, Jalan Abunawas samping eks MTQ Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu (20/7/2019) sebelum pukul 08.00 Wita.
Afid sendiri tinggal di BTN Medibrata, Kelurahan Kambu, Kendari. Mereka berteman sudah setahun walaupun beda usianya terpaut jauh.
Keduanya berkeliling dengan menggunakan mobil.
Aditya yang mengemudi kendaraan berputar dan berkeliling dan melintas di Jalan Syech Yusuf I Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
• Demi Tampil Modis, SPG Cantik Curi Baju Mewah di Mal, Begini Modusnya
• Di Atas Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019
Saat menyetir mobil, Aditya menghentikan kendaraan dan Afid duduk di sampingnya.
Saat itu, Aditya diduga berniat melakukan tindakan yang dianggap melecehkan. Afid menolak dan mengeluarkan pisau yang telah dibawa.
Afid menikam perut korban satu kali dan pisau masih tertancap di perut pria yang jago renang itu. Aditya keluar dari mobil dan diikuti Afid.
Afid mendekati korban untuk mengambil pisau yang tertancap di perut korban.
Aditya lebih dulu mencabut pisau dari perutnya, dan mencoba melakukan perlawanan dengan menikam Afid, namun Afid menangkap pisau tersebut.
Dalam kondisi bersimbah darah, Aditya sempat berteriak minta tolong. Namun, karena kondisi di lokasi sepi dan agak gelap, teriakannya tak terdengar.
Kemudian, Afid meninggalkan Aditya dalam kondisi luka parah dengan memakai mobil Aditya dan meninggalkannya di depan SMA Negeri 9 Kendari.
Istri Lapor ke Polisi
Sementara itu, Yuliati gelisah. Hingga Minggu pukul 01.00 atau dini hari, suaminya belum juga pulang ke rumah dan nomor ponselnya tidak aktif saat dihubungi.
Akhirnya Yuliati bersama ketua RT BTN Beringin Lepo-lepo, Kendari, melaporkan hal itu ke Polsek Baruga.
Informasi kehilangan korban itu kemudian diteruskan ke Polres Kendari. Lalu petugas piket melakukan pencarian dan menyebar ke grup WhatsApp Polres untuk dimonitor keberadaannya.
Keluarga Aditya juga menyebarkan berita kehilangan itu di media sosial Facebook.
Pergi ke Laut
Sedangkan Afid berusaha menghilangkan barang bukti dan berlari ke arah pinggir laut di Asrama Dayung Jalan By Pass untuk membuang pisau ke laut.
Lalu, Afid mencuci bekas darah di tangannya dan memesan angkutan online menuju ke Polsek Mandonga, untuk melaporkan kehilangan dompet dan identitasnya.
Setelah itu, Afid pergi ke rumah indekos pacarnya di Jalan Abunawas.
Berbekal laporan Afid di Polsek Mandonga, tim buser 77 Satreskrim Polres Kendari melakukan pengejaran terhadap Afid.
Dari hasil interogasi, Afid memang sengaja membawa sebilah pisau saat dijemput korban. Sebab, Afid sakit hati karena pernah dilecehkan Aditya saat mereka pernah bersama empat bulan lalu.
Tubuh Aditya yang penuh darah menggegerkan warga di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonda, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (21/7/2019) pagi.
Beberapa warga mengenali pria itu adalah seorang presenter TVRI Sultra yang juga Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polisi menemukan pada tubuh Aditya ada beberapa luka tusukan, seperti di bagian perut, dahi, dan lengannya.
Petunjuk penting yang ditemukan polisi di lokasi kejadian adalah penemuan dompet dengan kartu identitas atas milik Afid.
Sedangkan ponsel Aditya tidak ada di tempat penemuan.
Datang lagi kabar bahwa mobil Toyota Avanza putih milik Aditya ditemukan di depan SMA 9 Kendari, dekat Lapangan Benubenua, Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, atau sekitar 5 kilometer dari lokasi penemuan mayat.
Di dalam mobil, polisi juga menemukan bercaj darah.
Berbekal KTP dan laporan polisi Afid atas kehilangan dompet, Tim Buser 77 dari satuan reserse dan kriminal (Satreskrim) Polres Kendari langsung memburu Afid.
Kurang dari 7 jam setelah penemuan jasad presenter TVRI yang dikenal ramah itu, polisi menangkap Aditya di kamar indekos kekasihnya di Jalan Abunawas Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari pada Minggu (21/7/2019) pukul 14.30 Wita.
Afid menuturkan bahwa dia datang ke tempat kekasihnya untuk meminta uang usai.
Aditya dan Afid sudah berteman sejak setahun lalu. Kepada polisi, Afid mengaku membunuh temannya karena merasa sakit hati lantaran pernah dilecehkan.
Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi mengatakan, Afid membunuh presenter TVRI Sulawesi Tenggara (Sultra) Aditya karena sakit hati dilecehkan.
"Pelaku merasa sakit hati karena korban pernah melecehkan pelaku secara fisik. Soal dilecehkan bagaimana, kami masih selidiki lagi pelaku," kata Jemi.
Polisi menemukan barang bukti badik yang dibuang di Kendari Beach, namun ponsel Aditya belum ditemukan. Polisi juga menyita mobil Toyota Avanza putih, dan jaket Afid.
Afid kini ditahan di Mapolres Kendari sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Aditya. Ia disangkakan melanggar Pasal 338 dan 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman 20 tahun pidana penjara, dan maksimal hukuman seumur hidup.
• Berawal Dua Anak TPA Berantem, Polisi Berpangkat Bripka Dinonaktikan
• 4 Bulan Tidak Turun Hujan, 355 Telaga di Gunungkidul Mengering
Penuh Bakat
Keterangan yang dihimpun Wartakotalive.com, Aditya adalah pria dengan banyak bakat. Dia jago berenang dan pernah menekuni dunia model.
Di dunia renang dia menjadi perenang terbaik se-Sulawesi Selatan pada 1989 kala masih SMA. Bahkan dia menjadi wakili siswa se-Sulawesi Selatan menuju tingkat nasional.
Pria kelahiran 25 Februari 1964 itu, menjadi salah satu pelopor modelling dan fashion show di Sulawesi Tenggara.
Dari sejumlah foto di akun media sosial miliknya, Aditya pernah mengikuti ajang modelling sambil bekerja sebagai presenter TVRI Kendari.
Bahkan, hingga usianya menjelang 50 tahun, Aditya terlihat masih berjalan di catwalk bersama sejumlah model lainnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Pembunuhan Presenter TVRI yang Mayatnya Ditemukan di Selokan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mayat-aditya1.jpg)