CPNS

Di Atas Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019

Di Atas Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019 dan Siap Menuntut Bupati Solok Selatan.

Dokumen LBH Padang
Dari Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019 

Siapa yang tidak gembira dinyatakan lulus CPNS. Dan, siapa yang tidak sedih tiba-tiba dibatalkan dan dicoret secara sepihak gagal jadi CPNS.

Hal itulah yang dialami dokter gigi Romi Syofpa Ismael yang bertugas di Puskesmas Talunan, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Dokter gigi yang berusia 33 tahun tamatan Universitas Baiturrahmah Padang, itu dibatalkan dengan alasan tidak sehat fisik alias disabilitas. Dan kini dia menuntut keadilan, meski sudah berkirim surat ke Presiden Jokowi hingga siap menuntut ke  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Begini kisah dokter gigi Romi yang mengabdi dan berjuang dari atas kursi roda.

"Hati saya awalnya sangat senang ketika mengetahui lulus CPNS di Solok Selatan pada Desember 2018. Namun tiba-tiba dibatalkan pada Maret 2019," kata Romi kepada Kompas.com, Selasa (23/7/2019) di LBH Padang.

Romi menceritakan, awalnya ia mengabdi di Puskesmas Talunan yang merupakan daerah terpencil sebagai pegawai tidak tetap (PTT) pada tahun 2015.

Demi Tampil Modis, SPG Cantik Curi Baju Mewah di Mal, Begini Modusnya

Berawal Dua Anak TPA Berantem, Polisi Berpangkat Bripka Dinonaktikan

Pada tahun 2016 seusai melahirkan, Romi mengalami lemah tungkai kaki. Namun keadaan itu tidak menghalangi dirinya untuk tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat di puskesmas itu.

Pada tahun 2017, karena dedikasinya, Romi mendapat perpanjangan kontrak dan diangkat sebagai tenaga honorer harian lepas.

Kemudian tahun 2018, Romi mengikuti seleksi CPNS. Romi diterima karena menempati peringkat pertama dari semua peserta.

Namun kelulusan Roami dibatalkan oleh bupati Solok Selatan karena ada peserta yang melaporkan bahwa Romi mengalami disabilitas.

"Sedih bercampur geram hati saya. Namun tetap saya pendam. Hari ini, saya akan mencari keadilan," kata Romi.

Romi menyebutkan setelah dinyatakan lulus, ia melengkapi semua berkas, termasuk surat keterangan sehat. Malahan dirinya sengaja meminta surat keterangan dari dokter spesialis okupasi dari dua tempat sekaligus, yaitu dari RSUP M Djamil Padang dan RSUP Arifin Ahmad Pekanbaru.

"Saya dinyatakan tidak mengalami masalah dan bisa bekerja sebagai dokter gigi. Saya yakin suratnya dapat, karena selama ini saya bekerja tidak ada masalah," kata Romi.

Namun setelah semua persyaratan sudah lengkap, berkasnya tidak dikirim karena kelulusannya dibatalkan.

Dari Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019
Dari Kursi Roda, Dokter Gigi Romi Berjuang Mencari Keadilan, Berkirim Surat ke Jokowi Maret 2019 (PERDANA PUTRA)

Dapat rumah dinas

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved