Jangan Tunggu Katarak ‘Matang’ Baru Dioperasi
Bila disebabkan oleh katarak, katarak akan mengeras dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan.
Penulis: | Editor: Murtopo
Seiring proses penuaan yang terjadi, semua organ mengalami penurunan fungsi. Termasuk mata.
Katarak merupakan salah satu tanda terjadinya penuaan.
Walaupun ada juga bayi yang terkena katarak, namun jumlahnya relatif kecil dan ini merupakan gangguan sejak dalam kandungan.
Bila dibiarkan katarak akan menyebabkan kebutaan.
Katarak merupakan proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan.
Biasanya terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun, walaupun bisa kurang atau lebih dari 40 tahun.
Untuk memastikan apakah katarak sudah ada, dokter menyarankan setiap setahun sekali diperiksakan ke dokter.
Sayangnya, ketika gangguan penglihatan sudah mulai terjadi, terkadang dibiarkan terlalu lama.
• Katarak Salah Satu Penyebab Utama Kebutaan, Penderitanya Semakin Muda Usia
• Begini Langkah yang Dilakukan Asri Welas Agar Janin Bayinya Tidak Katarak
• Asupan Gizi Tidak Sesuai Bisa Menyebabkan Orang Mengalami Katarak
Bila disebabkan oleh katarak, katarak akan mengeras dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan.
Salah satu tanda munculnya katarak ketika sudah memeriksakan dan mengganti kacamata namun gangguan mata masih terjadi.
“Bila seseorang menderita katarak, tindakan satu-satunya untuk menanggulanginya adalah operasi. Itu saja satu-satunya solusi. Obat ataupun vitamin apapun tidak akan membantu. Sampai sekarang belum ada satupun penelitian yang menyebutkan katarak bisa diobati dengan obat. Jadi kalau ada yang menawarkan katarak tanpa operasi dipastikan itu hoax,” tegas Dr Ricky E Rooroh SpM saat media gathering di KMN Eye Care Kemayoran, senin (15/7/2019).
Ia menjelaskan operasi katarak semakin lama teknologinya semakin mumpuni.
Sehingga segala kekhwatiran seharusnya bisa ditepis.
Semakin lama didiamkan, katarak akan semakin menebal.
Selain penglihatan akan semakin buram, proses operasinya juga akan menambah risiko.