BPTJ Kritik Gagasan Putar Musik di Lampu Merah, Lebih Baik Fokus Dulu Penataan Angkutan Massal!

“Ujicoba akan kita lakukan di satu titik dulu, yaitu di Simpang Ramanda pada akhir bulan Agustus,” kata Dadang.

BPTJ Kritik Gagasan Putar Musik di Lampu Merah, Lebih Baik Fokus Dulu Penataan Angkutan Massal!
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
Penampakan kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Raya Margonda, Kota Depok, beberapa waktu lalu. 

Rencana Pemerintah Kota Depok menghibur warga yang kena macet dengan memutar lagu di traffic light (TL) atau lampu merah, mendapat kritikan kali ini dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BPTJ, Budi Rahadjo, mengatakan, daripada memutar musik, Pemkot Depok semestinya fokus dalam penanganan kemacetan di kota yang memiliki visi Unggul, Nyaman, dan Religius itu.

Menurut Budi Rahardjo, saat ini permasalahan transportasi di kota tersebut sangat mendesak untuk diselesaikan.

“Kota Depok harus fokus pada solusi yang lebih komprehensif, penataan angkutan umum massal harus dilakukan, sehingga memberikan kemudahan aksesibilitas masyarakat untuk memanfaatkannya,” kata Budi Rahadjo, Rabu (17/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Jika penataan angkutan umum massal sudah dilakukan, lanjut Budi, dapat dilakukan upaya-upaya pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.

Dengan demikian, jelasnya, masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

“Menjawab permasalahan transportasi yang dihadapi Kota Depok, itu tadi harus ada penataan angkutan massal,” kata Budi.

Sementara itu, meski didera kritik dari berbagai penjuru, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok tetap pada rencana semula, yakni memutar lagu di lampu merah untuk mengusir stres pengguna jalan yang kemacetan.

Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana, menyampaikan, kebijakan itu tidak bertujuan untuk mengurai kemacetan, melainkan bagian dari program Joyfull Traffic Management (JoTRAM).

“Memutar musik itu bagian dari program JoTRAM, sementara untuk mengurai kemacetan harus dengan manajemen rekayasa lalu lintas,” kata Dadang.

Dadang mengungkapkan, pihaknya berencana melakukan ujicoba memutar musik di lampu merah pada akhir Agustus 2019, dengan lokasi percobaan lampu merah atau TL Ramanda, Jalan Raya Margonda, yang berada di dekat Terminal Depok.

“Ujicoba akan kita lakukan di satu titik dulu, yaitu di Simpang Ramanda pada akhir bulan Agustus,” kata Dadang.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, rencana Pemerintah Kota Depok memutar musik di traffic light alias lampu merah demi mengusir stres warga yang kemacetan, dapat tanggapan beragam.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved